Iklan Banner Atas Sumail Abdullah Ucapan Idul Adha

Berawal Dari Penjual Bakso Dorong, Sekarang Miliki Gerai Handphone dan CafePaguyuban Gapura Blambangan


Berawal Dari Penjual Bakso Dorong, Sekarang Miliki Gerai Handphone dan Cafe

Keterangan Gambar : Sugiyat alias Yayat, pemilik Gerai dan Cafe De Tuman. (Foto: Hasan Sentot)

KabarBanyuwangi.co.id - Dalam falsafah Jawa disebutkan, “sapa temen bakal tinemu” (siapa yang rajin akan menemukan hasilnya). Setidaknya itu yang dianut Sugiyat alias Kang Yayat (47), warga asal Dusun Awu-awu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Tahun 1993, Kang Yayat merantau ke Sedati, Sidoarjo yang perbatasan dengan Surabaya. Saat itu Kang Yayat ikut Pak De nya, Pak Buang, juragan bakso keliling. Kang Yayat juga ikut jualan bakso keliling.

“Saat itu, bakso Pak Buang Banyuwangi, sangat terkenal di kawasan Sedati, atau sekitar Bandara Juanda. Berbekal nama besar Pak Buang, jualan saya di kampung-kampung dan perumahan kawasan Juanda relatif laris,” ujar Kang Yayat kepada KabarBanyuwangi.co.id, Minggu (30/5/2021).

Baca Juga :

Selama berjualan bakso keliling, Kang Yayat tidak puas dengan hasil yang didapat. Selalu ada upaya-upaya mencari peluang, guna mendapatkan hasil tambahan. Barang elektronik seperti televisi bekas, juga menjadi dagangan tidak resmi.

“Pekerjaan saya kan keliling, saya tahu di kampung A ada yang jual televisi bekas. Kemudian saya beli dan tawarkan di kampung B. Alhamdulillah laku, akhirnya merembet ke barang-barang perabot rumah tangga lainnya,” tambah Kang Yayat.


Cafe De Tuman di kawasan Juanda milik Kang Yayat. (Foto: Hasan Sentot)

Pada saat ramai-ramaninya hanphone, Kang Yayat mencoba mendatangi World Trade Center (WTC) Surabaya, pusat perdagangan handphone terbesar di Surabaya saat itu. Kang Yayat menjadi makelar jual beli handphone bekas, sambil mempelajari bisnis barang yang lagi ramai itu.

“Berbekal pengalaman di WTC, saya mempunyai jaringan pemasok handphone serta operator seluler. Saya kemudian membuka conter HP di kawasn Sedati, alhamdulillah ramai hingga memiliki 5 gerai,” kenang Kang Yayat.

“Namun setelah ada pandemi, tinggal 2 gerai dan ratusan karyawan hanya tinggal puluhan yang bertahan,” imbuhnya.

Sebagai cikal bakal bisnisnya, Kang Yayat tidak akan meninggalkan bisnis kuliner. Kemudian buka Cafe De Tuman di Kawasan Sedati di Pusat Kuliner Arumdalu, Raya Juanda Sidoarjo. Selain itu, Kang Yayat juga punya persewaan sound system dan tenda untuk hajatan.

“Karena saya berawal dari jualan bakso, maka dua cafe saya saya selain menjulan aneka makanan dan minuman, bakso tetap tidak saya tinggalkan. Mengingat saya sudah punya pelanggan tetap di kawasan ini, pasti mereka tanya bakso saat datang ke cafe saya,” pungkas Kang Yayat yang juga aktif di Paguyuban Gapura Blambangan ini. (sen)