
Seluruh peserta PKK Platinum Type A di LKP Desy Education antusias ikuti ragam perlombaan khas kemerdekaan di halaman Stadion Diponegoro. (Foto: Firman)
KabarBanyuwangi.co.id - Ada yang berbeda dari rutinitas
pembentukan karakter peserta didik di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Desy
Education Banyuwangi. Jika biasanya kegiatan penggalangan fisik dan mental
digelar rutin setiap Rabu dan Jumat pagi, kali ini kegiatannya dikemas unik
melalui beragam perlombaan khas kemerdekaan.
Suasana riuh dan penuh keakraban mewarnai momen peringatan
HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut. Puluhan peserta program Pendidikan
Kecakapan Kerja (PKK) Platinum Type A di LKP Desy Education tampak antusias
mengikuti deretan lomba edukatif sekaligus menghibur di halaman Stadion
Diponegoro, Rabu (19/8/2026) pagi.
Mulai dari lomba mancing mania, lorong waktu 45, the
fantastic four, baris ceria, lawan kata, tebak kata, memasukkan bendera, hingga
keseruan khas makan kerupuk.
Direktur LKP Desy Education Banyuwangi, Handoyo Saputro,
menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar hiburan kemerdekaan
biasa, melainkan bagian dari capacity building untuk penguatan sikap,
mental, kreativitas, dan kekompakan tim.
"Hari ini adalah kegiatan permainan dalam rangka
memperingati HUT RI ke-81 yang diikuti seluruh peserta, terutama pada program
PKK dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI. Anak-anak cukup
antusias mengikuti kegiatan yaitu penguatan sikap, mental, dan juga kreativitas
untuk melatih kekompakan, yang mana kekompakan ini nanti sangat bermanfaat buat
adik-adik ketika masuk di dunia industri," ujar Handoyo.

Direktur LKP Desy Education Banyuwangi, Handoyo
Saputro (kanan) dampingi langsung peserta didiknya. (Foto: Firman)
Ia menambahkan, pembinaan mental dan fisik yang kuat sangat
krusial mengingat mayoritas peserta disiapkan untuk langsung terserap di dunia
kerja, baik skala nasional maupun internasional.
"Ini termasuk capacity building. Jadi anak-anak memang
harus kita latih mental dan fisik juga karena mereka sebagian besar nanti akan
berkarir di luar negeri khususnya ke Malaysia. Dan sebagian dari peserta juga
sudah diterima di PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia). Tentu membutuhkan
penguatan mental dan fisik yang kuat ketika mereka bekerja di industri,"
tambah Handoyo.
Melalui momen peringatan kemerdekaan ini, Handoyo juga menyisipkan nilai-nilai nasionalisme agar para generasi muda Banyuwangi tetap bangga dan mencintai tanah airnya ke mana pun mereka berkarir.
"Tentu kegiatan ini untuk mendorong adik-adik
mencintai tanah air, kita perlu memotivasi mereka. Harapan kami anak-anak muda
mencintai negaranya yaitu Indonesia, dan mereka bisa terus belajar membanggakan
daerahnya, Banyuwangi, dan juga Indonesia ketika mereka berada di luar
negeri," tegasnya.
Keseruan acara ini dirasakan langsung oleh para peserta.
Difla Wardatulmunah, peserta asal Desa/Kecamatan Rogojampi, mengaku bersyukur
mendapatkan bimbingan komprehensif selama mengikuti bootcamp di LKP Desy
Education.
"Saya dan juga teman-teman mendapatkan bimbingan dari
para coach yang membimbing kami. Mendidik kami mulai dari character building,
mental, dan juga kreativitas yang diajarkan di Desy Education," ungkap
Difla.

men HUT RI, kegiatan rutinan Rabu pagi
peserta PKK di LKP Desy Education dikemas dengan ragam perlombaan khas
kemerdekaan. (Foto: Firman)
Senada dengan Difla, Ahmad Kevin Juliano Arafat, peserta
asal Kecamatan Glenmore, mengaku sangat menikmati jalannya perlombaan karena
dampak positifnya terasa langsung pada kerja sama tim.
"Kami sangat antusias mengikuti kegiatan dalam rangka
HUT RI di Desy Education, karena dapat melatih kami dalam menjaga kekompakan
dalam tim, dan sangat bermanfaat nanti ketika kami di dunia kerja. Tadi seru
meski saya gagal dalam lomba makan kerupuk," kelakar Kevin.
Melalui kombinasi antara pembentukan disiplin dan
kegembiraan lomba kemerdekaan ini, LKP Desy Education Banyuwangi terus
berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi
juga mandiri, komunikatif, serta berkarakter siap kerja. (adv/man)
