
Pasar Banyuwangi masih dalam proses pengerjaan. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Pembangunan Pasar Banyuwangi masih terus berlangsung dan ditargetkan rampung pada Februari 2026. Proyek revitalisasi pasar kebanggaan warga Banyuwangi itu dikerjakan oleh Kementerian PUPR menggunakan anggaran Rp 125 miliar.
Pekerjaan dimulai pada Oktober 2024. Revitalisasi sempat dijadwalkan rampung pada akhir 2025, namun hingga Januari 2026 pembangunan masih terus berjalan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten
Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengungkapkan, progres pembangunan pasar sudah
mencapai 90 persen.
Hal tersebut disampaikan Bramuda usai meninjau
pembangunan pasar bersama sejumlah SKPD terkait, Rabu (21/1/2026).
"Kita tadi sudah cek progresnya. Dari keterangan
kontraktor, pengerjaan sudah mencapai 90 persen. Sesuai kesepakatan pada 19
Februari sudah harus rampung dan bangunan sudah harus diserahterimakan,"
kata Bramuda.
Selain sebagai pusat perdagangan, pasar ini didesain
menjadi sentra kuliner. Revitalisasi Pasar Banyuwangi sepaket dengan kawasan
heritage Asrama Inggrisan.
"Keinginan kita wisatawan itu bisa kulineran nyaman
seperti di Thailand. Di pasar bersih dan layak. Ke depan ekonominya akan
berputar, lalu menjadi pasar dengan branding naik kelas karena kita belum punya
pasar yang ikonik. Dan ini adalah sejarah baru bagi Banyuwangi," ujarnya.
Bramuda menambahkan, pemerintah daerah berencana mengajak
para pedagang untuk studi banding ke Malang yang memiliki konsep pasar serupa.
"Malang ada bangunan yang sama, tapi juga ada pasar
tradisional yang bagus, yang bersih dan bagus. Ini bisa menjadi best practice.
Studi ini mungkin awal Februari kita lakukan," kata Bramuda.
Setelah proses pembangunan Pasar Banyuwangi tuntas dan
diserahterimakan, pemerintah daerah akan melakukan penataan dan pembagian lapak
bagi para pedagang. (fat)