
Bupati Ipuk Saat Melepas Ekspor Ikan Kalengan PT. Pasifik Harvest pada April 2025 lalu. (Foto: hu8mas/kab/bwi/dok 2025)
KabarBanyuwangi.co.id – Kinerja ekspor produk unggulan Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, kenaikan nilai ekspor Banyuwangi mencapai 18,33 persen.
Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani mengatakan produk-produk asal Banyuwangi kini telah menembus pasar
global di berbagai belahan dunia.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya,
total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia,
Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Ipuk, Minggu (17/1/2026).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha
Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviantie menambahkan
komoditas yang diekspor sangat beragam, mencakup 27 produk unggulan. Di
antaranya ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk
pertanian, kerajinan, hingga buah segar.
Nanin menjelaskan, komoditas
dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi produk perikanan, khususnya ikan
kaleng. Salah satu eksportir utamanya adalah Pacific Harvest, perusahaan
pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
“Pengirimannya berbasis kontrak
dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi
tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi terus
mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem
industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk.
“Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” terang Nanin. (*)