
Randri, pengemudi ojol yang rela matikan aplikasi demi dampingi sang buah hati seleksi Gandrung Sewu. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Bagi Randri Kusuma Pranata, dering
orderan di ponsel adalah penopang dapur rumah tangganya. Namun pada Kamis
(23/7/2026) siang, pengemudi ojek online (ojol) di Banyuwangi ini tanpa ragu
mematikan aplikasi pencari rezekinya.
Langkah itu ia ambil demi satu alasan mulia, yaitu
mendampingi sang buah hati berjuang menggapai mimpi di panggung Gandrung Sewu
2026.
Sejak pukul 13.30 hingga 17.00 WIB, Randri memilih
mengistirahatkan motornya dan berdiri di pinggir Lapangan Tamanbaru, tempat dilangsungkannya
seleksi Gandrung Sewu Sektor Banyuwangi Kota. Di tengah riuhnya suasana seleksi,
raut wajahnya memancarkan perpaduan antara rasa cemas dan harapan.
“Tahun ini merupakan tahun ke-2 anak saya mengikuti seleksi
Gandrung Sewu. Saya sangat antusias mendukung anak saya untuk bisa ikut
Gandrung Sewu 2026,” ungkap Randri haru saat ditemui di lokasi seleksi.
Baginya, merelakan potensi penghasilan selama beberapa jam
tak ada artinya dibanding masa depan sang anak. Ia berharap ajang tahunan ini
terus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengasah bakat seni
mereka.
“Saya mendoakan anak saya semoga bisa menjadi anak yang
berprestasi sehingga bisa membawa harum nama Banyuwangi,” tambahnya.
Pengorbanan dan doa tulus sang ayah membuahkan hasil manis.
Sang putri, Keysha Tazkiyah Pranata, siswi SMPN 2 Banyuwangi, tampil memukau di
hadapan tim selektor dan dinyatakan resmi lolos seleksi.
Keysha mengaku sangat bangga dapat kembali mengamankan
'tiket' untuk menjadi bagian dari seni tari kolosal kebanggaan Bumi Blambangan
tersebut.
“Saya sangat senang bisa lolos seleksi Gandrung Sewu 2026,
tentu ini sudah tahun ke-2 saya bisa ikutan. Terima kasih orang tua ku yang
sudah menemani seleksi,” tutur Keysha gembira.
Kisah keikhlasan Randri yang rela mematikan orderan demi
putrinya secara tak sengaja mencerminkan tema besar Festival Gandrung Sewu
2026, yakni Kembang Dermo, filosofi lokal Banyuwangi yang menyimbolkan nilai
keikhlasan dan ketulusan.
Keysha merupakan satu dari sekitar 500 penari tingkat SD hingga
SMA yang unjuk kebolehan di seleksi perdana Sektor Banyuwangi Kota. Rangkaian
audisi ini sendiri bakal berlangsung bergilir di seluruh kecamatan hingga 30
Juli 2026.
Nantinya, sebanyak 1.000 penari terpilih akan menyajikan
pertunjukan kolosal megah yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara
(KEN) Kemenpar RI pada panggung puncak 24 Oktober 2026 mendatang. (man)
