Keterangan Gambar : Festival Coklat Banyuwangi 2022. (Foto: humas/kab/bwi/dok)
KabarBanyuwangi.co.id - Selain pertunjukan seni budaya, agenda wisata Banyuwangi Festival juga menyuguhkan kekayaan kuliner Banyuwangi. Di bulan Maret ini contohnya, terdapat dua event kuliner, yakni Festival Coklat Glenmore dan Banyuwangi Street Food Festival.
Festival Cokelat Glenmore akan digelar di Doesoen Kakao kawasan Perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, pada 11-12 Maret mendatang.
Berbagai keguatan dihadirkan
mewarnai ajang ini. Mulai dari perlombaan kuliner berbahan cokelat hingga
pengetahuan tentang prosesing kakao menjadi cokelat. Pengunjung juga bisa
merasakan cokelat asal Glenmore, yang terkenal sebagai salah satu kualitas
terbaik di dunia itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, di Festival Cokelat Glenmore
masyarakat bisa langsung melihat atraksi bagaimana proses kakao diolah menjadi
cokelat.
Mulai dari pemanenan kakao,
pemilihan dan pengeringan biji kakao, hingga proses menjadi bubuk cokelat.
Kakao Glenmore adalah salah satu
bahan pembuat cokelat terbaik di dunia. Saat ini, PTPN XII telah membuka pabrik
pengolahan cokelat dan telah memungkinkan masyarakat untuk bisa menikmatinya.
Salah satu yang menjadi primadona
di Doesoen Kakao ini, adalah adanya Kakao Edel yang telah dikenal dunia dengan
sebutan 'Java Kakao.
"Selain itu juga akan
digelar event sport, Cacao Run. Para peserta akan berlari menyusuri perkebunan
coklat. Selain itu, pengunjung yang hadir bisa menikmati paket wisata heritage
Glenbaru (Glenmore-Kalibaru)," kata Bramuda.
Selain Festival Cokelat Glenmore,
bulan ini juga dihelat Banyuwangi Street Food Festival digelar sebulan penuh
selama ramadhan menjelang berbuka. Jajanan-jajanan yang tersedia beraneka
ragam.
Mulai dari makanan khas
Banyuwangi hingga makanan kekinian yang banyak diminati oleh pengunjung,
seperti kopyor roti, pisang precet, dan lainnya.
Diagendakan mulai dari 22 Maret,
warga Banyuwangi dapat dengan mudah mencari makanan-makanan pembatal puasa.
"Dengan festival kuliner, pamor kuliner lokal Banyuwangi bisa meningkat. Ini upaya kami branding kuliner lokal, sehingga warung-warung rakyat bisa makin laris," jelas Bramuda. (humas/kab/bwi)