
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Keindahan alam, kekayaan budaya, hingga kuliner khas Banyuwangi meninggalkan kesan mendalam bagi Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Christopher R. Green.
Dalam kunjungan kerja resminya ke Banyuwangi selama tiga hari, -3-5 November 2026, Christopher menyebut daerah di ujung timur Pulau Jawa ini memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu agendanya bertemu jajaran Pemkab Banyuwangi guna berdiskusi mengenai perkembangan daerah dan menjajaki peluang kerja sama.
"Kunjungan ini membahas
berbagai hal tentang Banyuwangi, termasuk perkembangan ekonomi, UMKM, potensi
sektor pariwisata, dan berbagai hal lainnya," kata Christopher saat
bertemu Wakil Bupati Mujiono di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu malam
(4/11/2026).
Menurut Christopher, Banyuwangi
menawarkan paket lengkap destinasi wisata. Mulai dari pantai yang memesona,
pegunungan yang menawan, kawasan hutan yang asri, hingga kekayaan tradisi dan
adat istiadat yang masih terjaga.
Kekagumannya terhadap Banyuwangi
bukan kali pertama. Sebelumnya, Christopher pernah datang sebagai wisatawan
untuk mendaki Gunung Ijen. "Keindahan alamnya memang luar biasa. Daerah
ini juga memiliki budaya dan adat yang khas," ujarnya.
Tak hanya menikmati panorama alam,
Christopher juga menyempatkan diri mencicipi beragam kuliner tradisional
Banyuwangi adalah nasi rawon.
Meski tinggal di Surabaya yang
juga dikenal dengan kuliner rawonnya, dia merasakan cita rasa yang berbeda saat
mencicipi rawon Banyuwangi. "Teksturnya lebih medok dan enak sekali,"
tuturnya.
Dalam kunjungan, Christopher juga
bertemu sejumlah warga Banyuwangi yang pernah mengikuti program pertukaran
budaya Amerika Serikat. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk mendengarkan
pengalaman mereka selama mengikuti program di Amerika sekaligus mengetahui
aktivitas yang kini mereka jalani.
Menurutnya, para alumni pernah
mengikuti berbagai program selama beberapa minggu dengan topik beragam, mulai
dari ekonomi maritim, budaya, agama, hingga bidang lainnya.
Christopher menilai pertukaran
budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Amerika
Serikat. Sebab, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama
antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi dan hubungan antar masyarakat.
"Kami mengerjakan ini untuk melanjutkan dan mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Amerika," jelasnya. (*)
