Iklan eL Hotel Banyuwangi

Usia Bukan Halangan, Maestro Sumiati Guncang Panggung 'Senja di AWT' BanyuwangiAgrowisata Tamansuruh

Usia Bukan Halangan, Maestro Sumiati Guncang Panggung

Penyanyi legendaris Banyuwangi, Sumiati pukau pengunjung Senja di Agrowisata Tamansuruh. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Panggung "Senja di Agrowisata Tamansuruh (AWT)" kembali memikat ribuan pasang mata. Memasuki pergelaran hari ke-3 pada Minggu (5/7/2026) malam, giliran penyanyi legendaris Banyuwangi, Sumiati, yang sukses mencuri perhatian lewat penampilan memukaunya.

Meski usianya tak lagi muda, sang maestro tampil penuh energi di atas panggung destinasi yang berada di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah tersebut. Alunan suara khas Sumiati berhasil menghadirkan aura syahdu, membawa ribuan pengunjung larut dalam nostalgia dan kompak bernyanyi bersama di bawah langit malam kaki Gunung Ijen.

Pesona AWT yang bertengger di ketinggian 450 mdpl ini memang menyuguhkan paket lengkap. Pengunjung tak hanya dihibur oleh musik berkualitas, tetapi juga dimanjakan udara sejuk serta panorama eksotis kemegahan Gunung Ijen dan selat Bali yang membentang indah.

Baca Juga :

Kehadiran panggung hiburan rakyat ini mendapat apresiasi langsung dari masyarakat, salah satunya Ramadani, pengunjung asal Kecamatan Giri.

"Semoga ke depan Agrowisata Tamansuruh bisa terus menjadi panggung untuk seniman lokal Banyuwangi untuk bisa berkembang," tutur Ramadani.

Selain menjadi wadah inklusif bagi pegiat seni lokal untuk mengekspresikan karyanya, program berkala yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi sejak 1 Mei 2026 ini merupakan strategi matang untuk memutar roda ekonomi masyarakat. Sedikitnya, lebih dari 50 pelaku UMKM lokal dilibatkan dalam pergelaran ini.

Para pelancong pun dimanjakan dengan petualangan kuliner tradisional hingga modern yang ramah kantong. Mulai dari makanan otentik khas Osing seperti rujak soto dan kesrut, hingga camilan lawas kue cucur gula aren.

Antusiasme positif yang terus meroket, ditambah kehadiran para legenda hidup seperti Sumiati dan Catur Arum menegaskan bahwa kolaborasi alam, musik, dan budaya asli di Senja di AWT selalu berhasil menjadi formula ampuh dalam memajukan pariwisata daerah. (man)