
Tim SAR gabungan libatkan puluhan personel dari berbagai unsur di Pantai Bama, TN Baluran, Situbondo. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Operasi digelar tim SAR gabungan
untuk mencari seorang pria asal Kabupaten Banyuwangi yang dilaporkan hilang
misterius di perairan Pantai Bama, kawasan Taman Nasional (TN) Baluran,
Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Diduga kuat tenggelam saat memancing, korban terperosok ke
dalam palung laut yang waktu itu kondisi air sedang surut. Pencarian terhadap
korban bernama Maman Wahyudi alias Lakis (30), warga Watu Ulo, Desa Bakungan,
Kecamatan Glagah, Banyuwangi, telah memasuki hari kedua, Rabu (1/7/2026).
Upaya penyisiran kini diperluas dan dioptimalkan dengan
membagi personel lintas sektor ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
Banyuwangi, I Made Oka Astawa menjelaskan bahwa pembagian ini dilakukan untuk
memaksimalkan wilayah penyisiran baik di laut maupun di darat.
Pada jalur laut, SRU 1 dan SRU 2 bergerak menyisir
permukaan air menggunakan perahu karet, sedangkan SRU 3 fokus berjalan kaki
menyusuri pesisir pantai sejauh dua kilometer ke arah selatan.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia
serta terus berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR agar proses pencarian dapat
berlangsung secara efektif dan korban dapat segera ditemukan," ujar I Made
Oka.
Sementara itu, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo,
Puriyono membeberkan bahwa insiden nahas ini bermula pada Selasa (30/6/2026)
sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban awalnya datang ke lokasi bersama rombongan warga
Bakungan untuk melaksanakan ritual adat. Setelah kegiatan selesai, korban
berjalan kaki ke tengah untuk memancing memanfaatkan kondisi air laut yang
sedang surut.
"Diduga korban terpeleset ke palung laut sehingga
tenggelam," kata Puriyono dalam keterangan mengenai kronologi hilangnya
korban tersebut.
Operasi kemanusiaan di posko darurat Pantai Bama ini
melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, meliputi Basarnas Banyuwangi,
BPBD Situbondo, TNI, Polri, Satpolairud, Tagana, petugas TN Baluran, Damkarmat
Banyuwangi, relawan, warga setempat, hingga pihak keluarga korban.
Tim gabungan juga telah menyiagakan perlengkapan water
rescue, peralatan medis, serta alat komunikasi untuk memantau perkembangan
berkala di lapangan. (man)
