Asah Mental dan Fisik, Atlet Panahan Banyuwangi Ngabuburit Sambil MemanahCabor Atlet Panahan


Asah Mental dan Fisik, Atlet Panahan Banyuwangi Ngabuburit Sambil Memanah

Keterangan Gambar : Atlet panahan Banyuwangi melakukan aktivitas panahan sambil menunggu buka puasa. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Menunggu waktu berbuka puasa atau biasa disebut ngabuburit, bisa dilakukan berbagai macam cara. Ngabuburit tidak hanya dengan kegiatan keagamaan, ataupun menikmati pemandangan dan membaca, namun juga bisa dilakukan dengan berolahraga.

Seperti yang dilakukan oleh para atlet muda panahan Banyuwangi, meski sedang menjalankan ibadah puasa, mereka melakukan aktivitas latihan memanah yang dikemas dalam kegiatan ngabuburit di arena panahan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Selasa (19/4/2022) sore.

Menurut Bonavita Budi Wijayanto, pelatih panahan, latihan memanah sengaja tetap dilakukan pada bulan Ramadhan tidak lain untuk pembinaan rutin bagi para atlet.

Baca Juga :

“Supaya tidak terhapus pembinaan kita, meski di bulan puasa, biasanya latihan pagi sama sore, kita undur sore, mulai jam 3 sampai menjelang maghrib, sekalian ngabuburit,” ucapnya.

Bonavita Budi Wijayanto menuturkan, para atlet muda berjumlah 3-7 orang rata-rata masih pelajar ini rutin berlatih setiap hari mulai pukul 15.00 WIB, hingga menjelang berbuka puasa. Mereka para atlet kelas standart bow, menggunakan target 50-60 meter.  

“Kalau latihan dari pagi stamina habis karena masih lama, kalau sore sambil ngabuburit bisa langsung buka pausa. Semuanya pelajar, Proprov usia 21, tapi atlet masih muda. Program latihan kita kurangi sepertiga dari porsi bisanya sehari 6 jam, kita hanya sore, 1 jam, hanya untuk mempertahankan memori,” tuturnya.


Salah seorang atlet muda melihat hasil bidikanya. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, para atlet mengaku senang bisa berlatih memanah meski mereka sedang berpuasa. Karena selain menyehatkan, latihan rutin kali ini juga sebagai bentuk pembinaan mengasah mental dan fisik bagi para atlet.

“Kalau di bulan puasa kesulitannya di waktu, dan juga butuh energi banyak. Kalau tidak makan minum gampang capek, dehidrasi. Kalau hari biasa itu bisa 6 jam , tapi kalau bulan puasa cuma 2 jam di sore hari setiap hari. Ya sekalian ngisi waktu menunggu adzan maghrib sambil ngabuburit,” jelas Galih Prasetyo, atlet muda panahan.

Menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa-Timur yang akan dihelat bulan Juli tahun 2022 ini di Bondowoso, kontingen panahan Banyuwangi, menyiapkan sebanyak 14 atlet dan 4 official. (man)