BGN Tutup Tiga Dapur MBG di Banyuwangi, Berikut Penjelasan Kepala Dinas KesehatanDinkes Banyuwangi

BGN Tutup Tiga Dapur MBG di Banyuwangi, Berikut Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

Mobil SPPG saat mendistribusikan MBG di sekolah beberapa waktu lalu. (Foto: Fattahur/dok)

KabarBanyuwangi.co.id – Operasional sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Banyuwangi ditangguhkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Total ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditangguhkan. Diantaranya, SPPG Pesanggaran Sumberagung, SPPG Giri Boyolangu, dan SPPG Cluring.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, penangguhan dilakukan berdasarkan penetapan resmi dari BGN.

Baca Juga :

"Di-suspend sejak diterbitkannya penetapan dari BGN," kata Amir kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Menurut Amir, penangguhan operasional tiga SPPG itu dipicu beberapa faktor, mulai dari kualitas menu, alur proses, serta sarana prasarana yang dianggap tidak memenuhi standar.

Selama masa penangguhan, pihak SPPG, yayasan, dan mitra BGN akan diminta untuk melakukan evaluasi. Mereka harus melengkapi catatan-catatan yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Sarana-prasarana harus dilengkapi, alur diperbaiki, kualitas dan menu ditingkatkan, serta higienitas dalam proses harus dipastikan berjalan dengan baik," lanjut Amir.

Pasca penangguhan tiga SPPG tersebut, Dinas Kesehatan langsung mengumpulkan seluruh SPPG yang ada di Banyuwangi. Saat ini terdapat 109 unit SPPG yang beroperasi di Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat. (Foto: Fattahur/dok)

"Semuanya sudah kami kumpulkan, termasuk pihak yayasan dan mitra BGN, untuk memastikan bahwa tiga SPPG yang di-suspend ini menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak mengalami hal yang sama," kata Amir.

Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang menjadi atensi. Mulai dari manajemen dapur, mekanisme distribusi, higienitas, hingga kualitas menu.

"Hal-hal ini kemarin sudah kami ingatkan kembali secara detail, kami tekankan ulang, memastikan SOP dijalankan, serta memastikan seluruh peralatan dan proses mengikuti ketentuan yang berlaku," ungkap Amir. (fat)