
Bandara Internasional Banyuwangi sediakan ruang kolaborasi interaktif dalam event BWX Sky Fest 2.0 bertema Majestic Coffee of Banyuwangi. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor
Cabang Bandara Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung
pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi kreatif daerah melalui pelaksanaan
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) serta penyelenggaraan
BWX Sky Fest 2.0 bertema “Majestic Coffee of Banyuwangi”.
Bandara Banyuwangi menyalurkan bantuan dana kepada Sanggar
Gandrung Osing Kemiren yang dipergunakan untuk pembelian alat musik
tradisional, perlengkapan bagi para pemusik, serta dukungan untuk
penyelenggaraan pementasan seni budaya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program CSR
Community Upskilling for Aviation yang bertujuan memberdayakan komunitas lokal
agar terus berkembang, mandiri, dan berdaya saing.
General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi,
menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan
berkelanjutan yang perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Bandara tidak hanya berperan sebagai pintu gerbang
transportasi udara, tetapi juga sebagai etalase budaya dan potensi daerah.
Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan dukungan nyata kepada para
pelaku seni agar dapat terus berkarya, melestarikan warisan budaya, serta
memperkenalkan identitas budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih
luas," ujar Holik, Sabtu (13/6/2026).
Manajemen Bandara Internasional Banyuwangi berharap bantuan
tersebut dapat memberikan manfaat bagi Sanggar Gandrung Osing Kemiren dalam
menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Manajemen Bandara Internasional Banyuwangi
menyerahkan bantuan CSR secara simbolis kepada Sanggar Gandrung Osing Kemiren.
(Foto: Fattahur)
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari
rangkaian kegiatan BWX Sky Fest 2.0 yang mengusung tema “Majestic Coffee of
Banyuwangi”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan
ekonomi kreatif, promosi kopi lokal Banyuwangi, serta pemberdayaan pelaku usaha
dan komunitas kopi.
Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan
interaktif, antara lain talkshow mengenai industri kopi dan peluang usaha
kreatif, kompetisi Battle Coffee yang melombakan kategori Latte Art dan Manual
Brew, serta pameran dan bazar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan
Banyuwangi.
Melalui penyelenggaraan Majestic Coffee of Banyuwangi,
Bandara Banyuwangi berupaya memperkuat posisi kopi Banyuwangi sebagai salah
satu komoditas unggulan daerah yang memiliki kualitas dan cita rasa khas.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi petani kopi, pelaku UMKM,
komunitas kreatif, pelaku pariwisata, hingga generasi muda untuk bersama-sama
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“BWX Sky Fest 2.0 merupakan bentuk dukungan kami terhadap
pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Melalui tema Majestic Coffee of
Banyuwangi, kami ingin mengangkat potensi kopi lokal sebagai kebanggaan daerah
sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah kolaborasi
yang produktif," tuturnya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas promosi
kopi Banyuwangi dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,”
tambah Holik.

Talkshow penyelenggaraan BWX Sky Fest 2.0
bertema “Majestic Coffee of Banyuwangi”. (Foto: Fattahur)
Dalam pembukaan festival, Sanggar Gandrung Osing Kemiren
menampilkan Tari Gandrung dan berbagai tari kreasi khas Banyuwangi yang memukau
para pengunjung. Penampilan tersebut menjadi simbol harmonisasi antara
pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang menjadi semangat utama
penyelenggaraan BWX Sky Fest 2.0.
Ketua Sanggar Gandrung Osing Kemiren, Mohamad Edi Saputra
menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura
Indonesia Bandara Banyuwangi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan
yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus menjaga,
mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Osing kepada masyarakat luas. Bantuan
alat musik dan perlengkapan pementasan akan sangat mendukung aktivitas sanggar
dalam melestarikan seni tradisi sekaligus membina generasi muda agar tetap
mencintai budaya daerahnya,” ungkap Edi.
Melalui sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan
ekonomi kreatif, PT Angkasa Pura Indonesia berharap Bandara Banyuwangi dapat
terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi ruang kolaborasi yang
mendukung kemajuan daerah. Bersama seluruh pemangku kepentingan, upaya menjaga
warisan budaya dan mengembangkan potensi lokal diharapkan dapat terus berlanjut
demi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi di masa depan. (fat)