Menu Lalapan Lesehan Yu Siti dengan sambal khas Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Saat libur dan tidak ada kerja lembur lagi, saya mencoba menghubungi rekan-rekan yang tergabung dalam “Keluarga Ceriwis”. Mereka masih saudara, adik-adik saya secara umur dan semua berasal dari Banyuwangi. Kebetulan libur pada hari Minggu, 14 Mare 2021 lalu., saya ingin ada acara reuni kecil.
Selain jenuh dengan menumpuknya pekerjaan, aku juga ingin refresing sambil berburu makanan khas Indonesia, terutama Banyuwangi, sebagai obat rindu tanah kelahiran. Mengingat kami-kami lama tidak menjenguk kampung halaman, tentu kangen juga makanan khas yang jarang ditemui di daerah lain. Apalagi di negara lain, seperti Hongkong tempat saya mengadu nasib.
Saat saya tawarkan Warung Lesehan Yuk Siti, anggota
Keluarga Ceriwis, langsung bilang ya, tanpa ada bantahan sedikitpun. Bagi saya,
makan di tempat ini sudah kedua kalinya. Rasa masakannya benar-benar mengingatkan
makanan khas Banyuwangi. Maklum, pemilik Lesehan Yuk Siti adalah warga
Kalibaru, dekat dengan Stasiun Kereta api.
Yu Siti, begitu lekat namanya di kalangan teman-teman Buruh
Migran asal Banyuwangi di Hongkong. Aneka Bakso yang dijajakan, serta sambel
lalapan, merupakan surga bagi pencita makanan pedas khas Indonesia. Harganya
terbilang standart, untuk ukuran Hongkong, yaitu antara $70 Hongkong ke atas atau jika diruipahkan sekitar RP 125 ribu rupiah.
Lesehan Yu Siti berada di sebuah Apartemen Kawasan Kowloon,
dengan menempati beberapa ruangan. Memang bukan Restoran pada umumnya, tetapi
bener-bener lesehan. Pilihan saya ke tempat ini, selain pernah merasakan dan
ingin mengulangi, tempatnya relatif nyaman. Makan sambil lesehan dan ‘selonjor’
kaki, karena penat kerja lembur berhari-hari.
Keterangan Gambar : Dalam
waktu sekejap, semua masakan yang dipesan sudah ludes tak tersisa. (Foto: Istimewa)
Tempat tinggal saya relatif jauh dari Lesehan Yu Siti,
karena harus berganti-ganti kendaraan
umum sampai 3 kali. Lapar dan ingin segera melepas kangen dengan “Keluarga
Ceriwis”, merupakan salah satu tekad yang membawa hingga sampai ke Kowloon.
Saya segera membuat janji ketemu dengan Keluarga Ceriwis di
suatu tempat, kemudian bersama-sama menuju ke Lesehan Yu Siti. Selama perjalanan,
sudah kebayang kelejatan sambal aneka penyetan dan bakso khas Banyuwangi di Lesehan
Yu Siti.
Tempat waktunya makan siang, teman-teman sepakat memesan
Ayam Bakar, Burung Dara Goreng dan beberapa menu lainnya. Kemudian
masing-masing bisa merasakan sejumlah menu yang dipesan. Yu Siti menyambut kami
Keluarga Ceriwis dengan senang hati dan sangat cekatan melayani pesanan kami.
Meski di dalam Apartemen, Lesehan Yu Siti sangat nyaman dan
luas. Nuansa Banyuwangi tercipta, berkat foto-foto pemandangan alam Banyuwangi
dan keseniannya yang terpampang di dinding. Sambil menikmati kelejetan masakan
Yu Siti, teman-teman bisa membayangkan seakan-akan ada di kampung halaman.
Kami bertujuh begitu lahap menyantap masakan yang dipesan. Selain
memang sudah lapar, rindu masakan khas Banyuwangi seakan sudah terobati.
Obrolan sambil makan, fokus ke menu yang ada di meja.
Keterangan Gambar : "Keluarga
Ceriwis" saat menimkati kuliner di Lesehan Yu Siti Hongkong (Foto: Istimewa)
Oh ya, Yu Siti juga sedia aneka Bakso. Ada Bakso Iga, Bakso Beranak dan Bakso Kelenger yang beratnya setengah kilogram. Nasi yang ditawarkan selain nasi putih, ada nasi jagung dan tiwul. Makan di tempat ini, seakan berada di kampung halaman.
Setelah puas menyantap semua pesanan, kami santai dulu
sebelum meninggalkan tempat. Inginnya berlam-lama, karena banyak hal yang ingin
saya korek dari Yu Siti. Namun akibat kesibukannya, niat itu aku batalkan dan
hanya meminta nomor handphone Yu Siti.
Kelak bila ada acara, atau akan kembali ke Kowloon, bisa
telepon lebih dulu. Bahkan Yu Siti siap memasakkan apa yang kita inginkan,
terutama menu khas Banyuwangi.
Sukses Yu Siti. Semoga usahanya tambah maju dan semangat
membawa masakan Banyuwangi di dunia International..
(Penulis: Cahya Arum, Buruh Migran di Hongkong,
asal Glagah Banyuwangi)