
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun ini. Revalidasi menjadi tahapan penting untuk memperoleh status Green Card bagi Geopark Ijen.
Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco, pada 2023 lalu.
Proses revalidasi adalah evaluasi
menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar
internasional tetap terpenuhi.
Hasil evaluasi menentukan status:
Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card
(dicabut
Menjelang pelaksanaan revalidasi,
tim persiapan revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani untuk
memastikan kesiapan Geopark Ijen di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026).
Tim terdiri atas Ketua Tim Kerja
Geopark Kementerian ESDM, Aries Kusworo dan Pemprov Jatim.
“Ini adalah revalidasi pertama.
Maka perlu persiapan, karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai,” ujar
Aries saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Rabu
(11/2/2026).
“Saya berharap seluruh stake
holder Geopark Ijen bisa mempersiapkan ini dengan baik saat asessor melakukan
penilaian. Kami ke sini ntuk membahas kesiapan dan melihat langsung
progresnya,” imbuhnya.
Selama di Banyuwangi, tim
menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang
diperkirakan pertengahan tahun ini.
Selain menggelar FGD yang diikuti
para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen
(Banyuwangi dan Bondowoso), juga meninjau sejumlah situs geopark ijen.
Di antaranya, Teluk Pang-Pang dan
Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di
kawasan mangrove.
“Beberapa rekomendasi yang
diberikan Unesco sudah dipenuhi secara bertahap. Selain juga aktif bekerja sama
dengan UGG yang lain. Itu menjadi poin tersendiri di penilaian Unesco,” ujar
Aries.
Bupati Ipuk menjelaskan bahwa
pertemuan ini sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi untuk meraih
kembali status Green Card UNESCO bagi Geopark Ijen.
“Saya berharap seluruh pemangku
kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang
terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, status Green Card
bukan sekadar label. Namun jembatan menuju masa depan yang cerah bagi
masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif.
Mulai dari meningkatnya kunjungan
wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang
terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.
“Saya yakin, dengan semangat
gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa
menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk.
Ketua Badan Pengelola Geopark
Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi dari UNESCO yang
perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen.
Antara lain, penguatan riset dan
pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark,
penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam
menggelar event nasional dan internasional.
“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke Unesco via Bappenas,”kata Abdillah. (*)