
Kegiatan Workshop BPJS Kesehatan di Banyuwangi. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id – BPJS Kesehatan menyampaikan evaluasi dan pencapaian implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025 di Banyuwangi.
Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Titus Sri Hardianto menegaskan komitmen BPJS Kesehatan tidak hanya mengejar Universal Health Coverage (UHC), tetapi juga menjamin mutu layanan melalui integritas dan etika kemitraan yang tinggi.
BPJS Kesehatan mencatat Kabupaten Banyuwangi menyandang
status UHC sejak November 2024, dengan cakupan kepesertaan mencapai 1.622.220
jiwa atau 89,8 persen per November 2025. Jumlah ini mendekati target nasional.
"Pencapaian ini sejalan dengan tiga tujuan utama JKN
membuka akses layanan kesehatan, memberikan perlindungan finansial, serta
meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Titus.
Sementara untuk realisasi biaya pelayanan kesehatan per
Oktober 2025 telah tembus Rp 733 miliar, dan angka itu membuktikan bahwa JKN
adalah pilar perlindungan finansial.
"Namun kami sadar, tidak cukup hanya membuka akses
kuratif saja. Kami harus mengiringinya dengan upaya promotif preventif serta
memastikan mutu layanan yang prima," kata Titus.
Untuk menjamin mutu tersebut, Titus menekankan pentingnya
Pelaksanaan Kode Etik BPJS Kesehatan, yang mencakup kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan dan perilaku anti-korupsi, hingga integritas
laporan keuangan serta etika dalam penggunaan media sosial.
“Kami terus berupaya meningkatkan optimalisasi akses
layanan, baik melalui tatap muka maupun kanal non-tatap muka seperti Pelayanan
Dari WhatsApp (PANDAWA) melalui nomor 08118165165, Aplikasi Mobile JKN, dan
Care Center 165,” jelasnya.
“Hingga Oktober 2025, sudah 14.801 peserta telah
memanfaatkan layanan tatap muka," imbuhnya. (fat)