
Para pegiat media sosial yang tergabung dalam Banyuwangi Social Media Network (BSMN) bagikan 1.100 paket takjil. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Fenomena solidaritas digital
bertransformasi menjadi aksi nyata di jantung Kota Banyuwangi. Para penggiat
media sosial yang tergabung dalam Banyuwangi Social Media Network (BSMN)
membuktikan eksistensi mereka tidak hanya di balik layar, tetapi juga hadir
langsung di tengah masyarakat melalui aksi bagi-bagi takjil, Sabtu (7/3/2026)
sore.
Sebanyak 20 admin dari berbagai platform media sosial
populer di Banyuwangi turun ke jalan untuk mendistribusikan 1.100 paket berbuka
puasa. Mengenakan atribut komunitas, para pengelola akun informasi dan kreatif
ini menyapa langsung warga serta pengendara yang melintas di tengah hiruk-pikuk
suasana menjelang Magrib.
Distribusi paket takjil dipusatkan di dua titik keramaian
utama, yakni di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan area
Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat
berkumpulnya warga dari berbagai lapisan, mulai dari pekerja harian, tukang
parkir, hingga pengemudi ojek online (ojol).
Ahmad Yasin, salah seorang driver ojol yang menerima paket
takjil, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para pemuda kreatif ini.
"Terima kasih sudah berbagi. Semoga BSMN bisa terus
berkembang dan menebarkan kebaikan kepada masyarakat di Banyuwangi dan sekitarnya,"
ujar Yasin.
Paket takjil yang ludes dalam waktu singkat tersebut
merupakan hasil donasi kolektif para anggota BSMN. Penasihat BSMN sekaligus
admin akun @isunbanyuwangi, Yudhi Anjar, menjelaskan bahwa momentum Ramadan
1447 H ini adalah waktu terbaik untuk menunjukkan kepedulian sosial sekaligus
mempererat silaturahmi antar-admin.

Warga terlihat antre untuk mendapatkan takjil gratis
di area Pendopo Sabha Swagata Blambangan. (Foto: Istimewa)
"Kami sangat bersyukur bisa berbagi. Ini merupakan
sarana silaturahmi teman-teman pelaku media sosial di Banyuwangi yang
dilanjutkan dengan berbagi takjil. Mudah-mudahan kita bersama komunitas bisa
terus menebar kebaikan di lain kesempatan," ungkap Anjar.
Sebagai informasi, BSMN didirikan sejak Desember 2019
sebagai wadah bagi para penggiat media sosial di Bumi Blambangan. Anggotanya
mencakup berbagai sektor, mulai dari konten kuliner, seni budaya, hingga akun
informasi publik.
Melalui aksi ini, BSMN berkomitmen untuk tidak hanya
menjadi penyampai berita atau konten viral, tetapi juga menjadi agen perubahan
yang memperkuat citra Banyuwangi sebagai kabupaten yang ramah, peduli, dan
penuh toleransi. (man)