Iklan eL Hotel Banyuwangi

Bupati Ipuk Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Banyuwangi 2027DPRD Banyuwangi

Bupati Ipuk Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Banyuwangi 2027

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan nota pengantar KUA-PPAS APBD Tahun 2027 di mimbar rapat paripurna DPRD Banyuwangi. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan nota pengantar atas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Banyuwangi Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Rabu (8/7/2026).

Sebagai instrumen utama penyelenggaraan pemerintahan daerah, APBD tidak hanya berfungsi sebagai dokumen keuangan, tetapi juga menjadi cerminan arah kebijakan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, penyusunan APBD tahun anggaran 2027 harus mampu mengantisipasi berbagai risiko fiskal yang berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan daerah.

Baca Juga :

Mempertimbangkan dinamika yang begitu masih tinggi secara global, asumsi indikator ekonomi makro nasional dan provinsi jawa timur, maka pertumbuhan ekonomi kabupaten Banyuwangi tahun 2027 diproyeksi pada kisaran 5,41 persen.

Indeks pembangunan manusia (IPM) diproyeksikan sebesar 75,87. Indeks gini diproyeksikan sebesar 0,306. Persentase penduduk miskin diproyeksikan sebesar 5,77 persen dan Indeks reformasi birokrasi sebesar 97 persen.

"Pemerintah berharap perekonomian daerah akan bergerak makin baik dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Upaya peningkatan ekonomi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel," ujar Ipuk.

Bupati Banyuwangi juga menyampaikan tema pembangunan tahun 2027 yaitu, "Penguatan daya saing SDM dan ekonomi lokal berbasis hilirisasi dan pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat”.

Dalam KUA-PPAS APBD Tahun 2027, Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan target pendapatan daerah pada tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp. 2,492 triliun atau turun 14,22 persen dari APBD tahun 2026 sebesar Rp. 2,905 trilyun.

Target pendapatan daerah tersebut, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan mengalami peningkatan menjadi Rp. 898,8 miliar dari apbd tahun 2026 yaitu sebesar Rp 800,8 miliar.

Pendapatan transfer diproyeksikan turun menjadi Rp. 1,543 triliun atau turun 24,87 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 2,054 triliun. Lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami penyesuaian dari APBD 2026 yaitu sebesar Rp. 50,170 miliar.

Belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp. 2,468 triliun mengalami penurunan sebesar 15,39 persen dari belanja daerah pada APBD tahun 2026 sebesar Rp. 2,917 triliun. Sementara jumlah pembiayaan netto diperkirakan minus Rp. 23,383 miliar dari Rp,12,598 miliar pada APBD sebelumnya.

Perkiraan penerimaan pembiayaan APBD tahun 2027 sebesar Rp. 2,545 triliiun yang merupakan estimasi silpa dan rencana divestasi. Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada APBD 2027 sebesar Rp. 2,568 triliiun yang merupakan cicilan pokok dan rencana pembentukan dana abadi daerah.

"Penjelasan secara rinci dapat dibahas lebih mendalam pada rapat-rapat panitia khusus, badan anggaran, dan komisi-komisi dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Banyuwangi untuk selanjutnya dapat disepakati dan ditetapkan," kata Ipuk.

Rapat paripurna penyampaian nota pengantar KUA-PPAS APBD Banyuwangi Tahun Anggaran 2027 tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD, Michael Edy Hariyanto diikuti anggota dewan dari lintas fraksi. Hadir pula Wakil Bupati, Mujiono, Sekda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Staf Ahli Bupati, Jajaran Kepala SKPD, Camat hingga Lurah. (fat)