
Bocah SD, Sya Hurra kenakan kostum unik berbahan dasar limbah rumah tangga di Karnaval Desa Sumberberas, Muncar, Banyuwangi. (Foto: @aan_adventure)
KabarBanyuwangi.co.id - Suasana Karnaval Desa Sumberberas,
Kecamatan Muncar, Banyuwangi, tampil beda pada Sabtu (5/9/2026). Perhatian
warga tersedot oleh aksi seorang siswi sekolah dasar yang tampil percaya diri
mengenakan kostum daur ulang bernuansa futuristik.
Bukan gaun kain mewah yang memikat, melainkan kostum unik
berbahan dasar limbah rumah tangga. Penampilan siswi SD Negeri 2 Sumberberas
bernama Sya Hurra tersebut menyulap plastik pembungkus makanan, botol plastik
bekas, kardus, hingga gagang bekas menjadi karya seni bernilai estetik.
Dalam ajang pesta rakyat tersebut, Sya tampil membawakan
karakter bertajuk “The Little Earth Guardian” atau Penjaga Bumi Kecil.
Penampilannya yang unik dan syarat makna itu membuatnya mendadak dijuluki sebagai
“Putri Daur Ulang Sumberberas”.
Sekilas, penampilan Sya tampak paling mencolok di barisan
peserta. Selain warna-warna kontras, ia mengenakan ornamen besar (backpiece)
di bagian belakang tubuhnya serta memegang sebuah tongkat.

Penampilan Sya curi perhatian di Karnaval Desa
Sumberberas, Muncar, Banyuwangi. (Foto: @aan_adventure)
Namun, jika dicermati lebih dekat, seluruh material yang
melekat di tubuhnya merupakan barang bekas yang diberi “kehidupan kedua”. Pada
ornamen belakang kostum, tertera pesan tegas bertuliskan RECYCLE dan REBORN,
yang menjadi ruh utama gagasan busana tersebut.
Tak hanya itu, tongkat yang dipegangnya memuat pesan
mendalam, yakni ONE PLANET, ONE FUTURE. Sya mengungkapkan alasannya mengenakan kostum
unik tersebut dengan kepolosan khas anak-anak.
“Aku mau jadi penjaga bumi. Barang bekas jangan langsung
dibuang, Soalnya masih bisa dibuat jadi sesuatu yang bagus dan dipakai lagi,”
tutur Sya polos di sela kemeriahan karnaval.
Mengemas Isu Lingkungan Lewat Keceriaan
Penampilan Sya tak sekadar menyampaikan pesan krisis
lingkungan yang kaku. Efek gelembung udara yang keluar dari kostumnya justru
menambah keceriaan dan menghibur para penonton di sepanjang rute karnaval.

Potret Sya bak putri daur ulang Sumberberas di tengah
karnaval. (Foto: @aan_adventure)
Lewat kreativitas ini, pesan edukasi lingkungan disampaikan
secara menyenangkan tanpa kesan menggurui. Masyarakat diajak menyadari bahwa
langkah menjaga bumi bisa dimulai dari hal sederhana dan penuh daya cipta.
Pesta rakyat Karnaval Desa Sumberberas yang berlangsung di
akhir pekan tersebut terbukti bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan
wadah penyampaian gagasan serta kreativitas warga lokal. Detail keindahan
kostum daur ulang yang dibawakan Sya ini turut diabadikan oleh kreator konten
Aan Adventure (@aan_adventure).
Aksi Sya Hurra menyelipkan pesan reflektif bagi masyarakat
luas. Jika bumi adalah rumah masa depan bagi anak-anak, sudahkah kita
merawatnya hari ini? Dari jalanan Sumberberas, seorang bocah telah memberi
teladan nyata: Recycle, Reborn, One Planet, One Future.
(man)
