Bangsring Underwater, Banyuwangi. (Foto: Humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Dengan status PPKM Level 2 membuat
Banyuwangi secara bertahap telah membuka kembali sektor pariwisata. Pemkab
Banyuwangi meluncurkan angkutan pariwisata gratis yang bisa dimanfaatkan
wisatawan secara gratis untuk menuju ke beberapa destinasi wisata andalan
Banyuwangi.
Antara lain Pulau Merah, Djawatan, Dusun Kakao Glenmore,
Gunung Ijen, dan Bangsring Underwater.
"Angkutan wisata ini dibuat untuk memudahkan wisatawan
yang berkunjung ke sejumlah obyek wisata di Banyuwangi. Kebetulan destinasi wisata
yang kami pilih untuk dilalui angkutan wisata ini memang sangat diminati
wisatawan yang datang ke Banyuwangi, dan telah terverifikasi penerapan protokol
kesehatan oleh tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," kata Plt Kepala Dinas
Perhubungan Banyuwangi, Dwi Yanto.
Dinas Perhubungan menyiapkan dua armada, yakni bus sedang
dan elf. Dua moda transportasi yang berkapasitas 21 orang tersebut beroperasi
setiap Sabtu dan Minggu. Pemberangkatan ke semua rute diawali dari Terminal
Brawijaya Banyuwangi.
Rute bus dimulai dari Terminal Brawijaya - Bandara-
Pulau Merah, Dusun Kakao Glenmore - de Djawatan dan berakhir kembali di Terminal
Brawijaya. Sedangkan rute Elf start dari Terminal Brawijaya - Kawah
Ijen/Paltuding - Bangsring Underwater - Waduk Sidodadi - Terminal Brawijaya.
"Untuk bisa mengakses angkutan wisata ini, wisatawan bisa melakukan pendaftaran melalui link https://banyuwangitourism.com/jalan-jalan/. Mereka bisa memilih destinasi wisata tujuan, beserta tanggal dan waktu keberangkatan. Namun semua jadwal dan rute menyesuaikan kuota pendaftar dan permintaan dari pemohon," jelasnya.
De Djawatan Benculuk, Banyuwangi. (Foto:
Humas/kab/bwi)
Persyaratan yang diminta selain melakukan registrasi secara
online, wisatawan harus membawa KTP asli dan fotokopi KTP ketika
pemberangkatan. Untuk calon penumpang dari luar kota harus membawa surat
keterangan rapid test, sementara yang berasal dari Banyuwangi wajib membawa
surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas.
Dan yang terpenting, mereka harus sudah divaksin dan bisa
menunjukkan tanda bukti telah divaksin, serta tetap menjalankan protokol
kesehatan dengan ketat.
“Karena ini kita berlakukan di masa pandemi, maka
persyaratan yang diminta harus betul-betul diperhatikan. Sebab kita ingin semua
penumpang bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Secara bertahap ini
akan terus kami evaluasi. Tentunya perbaikan kualitas dan mutu pelayanan
terhadap wisatawan akan terus kami lakukan,” ujar Dwi Yanto.
Untuk diketahui, aktivasi angkutan gratis ini dimulai dari 18 September dan direncanakan akan berakhir hingga pertengahan Desember 2021.
Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi. (Foto: Humas/kab/bwi)
Meski telah membuka pariwisata, namun tidak semua destinasi
dibuka. Sementara terdapat 15 destinasi yang dibuka, dari 64 destinasi yang ada
di Banyuwangi. Ini berdasarkan hasil dari survei asosiasi pariwisata dan
Disbupar.
15 Destinasi tersebut mayoritas wisata alam di antaranya,
Kawah Ijen, Pulau Merah, Alas Purwo, Sukomade, Grand Watudodol, Desa Wisata
Tamansari, Bangsring Underwater, De-Djawatan, Pantai Cacalan, Pantai Cemara,
Pantai Mustika, Teluk Hijau, dan lainnya.
Pariwisata Banyuwangi dibuka kembali dengan berbagai
ketentuan. Kapasitas pengunjung di destinasi wisata hanya 25 persen. Para
pelaku wisata harus sudah divaksin.
Tiap destinasi wisata harus menggunakan aplikasi
PeduliLindungi atau memakai barcode/menunjukan sertifikat vaksin bagi para
pengunjung sabagai syarat masuk destinasi wisata. (Humas/kab/bwi)