
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Pendidikan merupakan program
prioritas pembangunan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, salah satunya
rehabilitasi gedung sekolah. Di tengah efisiensi anggaran, tahun ini Pemkab
Banyuwangi memperbaiki 134 sekolah yang tersebar di berbagai desa.
Ipuk mengatakan pendidikan dan kesehatan merupakan dua
sektor yang setiap tahun selalu menjadi program prioritas daerah. Tidak hanya
dilakukan oleh pemkab, namun Ipuk mengajak berbagai pihak untuk membangun dua
sektor ini di daerah.
“Manusia yang pintar, berkarakter, dan sehat adalah fondasi
bagi suatu negara. Semua pihak harus memiliki kesadaran yang sama untuk fokus
pada perbaikan dan pengembangan dua sektor ini. Kami terus menggandeng banyak
pihak untuk bersama pemkab melakukan pembangunan SDM daerah,” kata Ipuk.
Tahun ini, pemkab melakukan pembangunan dan rehabilitasi
infrastruktur pendidikan di 134 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama
(SMP) se-Banyuwangi. Pembangunan dan rehabilitasi dilakukan untuk ruang kelas,
ruang guru, perpustakaan, dan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.
"Pembangunan infrastruktur sekolah terus dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Harapan kami, pembangunan
ini bisa meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar mengajar di
sekolah," kata Ipuk.
Selain menggunakan APBD, Banyuwangi juga menggandeng pihak
swasta dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk mendukung pembangunan dan renovasi
sekolah.
"Ini adalah upaya untuk perluasan peningkatan kualitas
pendidikan agar lebih merata. Salah satunya seperti di SDN 3 Pesanggaran,” ujar
Ipuk.
Ada dua sekolah di Kecamatan Pesanggaran yang akan direhabilitasi
dengan dana CSR dari salah satu perusahaan tambang emas di wilayah tersebut,
yakni SDN 3 Pesanggaran dan SDN 3 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Ditambahkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Alfian,
pembangunan dan renovasi SD dan SMP dilaksanakan oleh pemkab setiap tahunnya.
"Karena ada efisiensi anggaran, pembangunan dan
renovasi tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun kemarin. Karenanya ada opsi
bagi pihak lain untuk ikut berpartisipasi," ujar Alfian.
Selain itu, tahun ini pihak perusahaan tambang emas tersebut juga akan melakukan rehabilitasi infrastruktur jalan di Kecamatan Pesanggaran, setelah sebelumnya melakukan pembangunan jalan sepanjang 2,8 KM arah menuju Pantai Lampon. (*)