(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Bangunan bersejarah Asrama Inggrisan Banyuwangi akan mulai direvitalisasi tahun 2024. Pengerjaannya akan langsung ditangani oleh Kementerian PUPR.
Hal itu disampaikan Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR Essy Asiah saat mengunjungi Banyuwangi selama dua hari, Selasa - Rabu (31/10 - 1/11 2023). Tim Kementrian PUPR diterima langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani.
"Kami berterima kasih kepada
pemerintah pusat khususnya Kementrian PUPR yang telah mendukung pembangunan di
Banyuwangi. Revitalisasi Asrama Inggrisan, akan memperkuat daya tarik
pariwisata di area Kota Banyuwangi, dan tentunya ini akan berdampak pada
peningkatan ekonomi lokal," kata Ipuk, Kamis (2/11/2023).
"Kami juga berterima kasih
secara khusus kepada jajaran TNI AD yang telah mendukung percepatan Asrama
Inggrisan untuk menjadi kawasan wisata heritage," imbuhnya.
Ditambahkan Ipuk, selama ini
Banyuwangi banyak mendapat program pembangunan dari pemerintah pusat. Mulai
sarana prasarana infrastruktur jalan, sanitasi lingkungan, hingga revitalisasi
Agro Wisata Tamansuruh (AWT).
“Ini adalah bentuk perhatian
pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan daerah. Tidak hanya sektor
pariwisata, bahkan pengelolaan sampah di Banyuwangi juga mendapat dukungan
serta bantuan dari Kementrian PUPR," kata Ipuk.
Asrama Inggrisan adalah salah satu
bangunan cagar budaya di Banyuwangi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda
pada 1776.
Gedung itu kemudian diambil alih
British East India Company-Kantor Dagang Inggris pada abad 18. Tempat ini
lantas dijadikan kantor kabel jaringan telegram bawah laut yang menghubungkan
Eropa hingga Australia.
Dr. Thor Kerr dari Curtin University
Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga telah
melakukan riset tentang keterkaitan Banyuwangi dan Australia masa itu, dan
salah satu jantung aktivitasnya adalah di Asrama Inggrisan.
Direktur Prasarana Strategis Ditjen
Cipta Karya Kementrian PUPR Essy Asiah mengatakan Kementrian PUPR mendapat
penugasan melakukan sejumlah pembangunan di Banyuwangi. Di antaranya Pasar
Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.
“Kementrian PUPR berkomitmen
mendukung pembangunan yang bisa mendorong kemajuan ekonomi daerah. Di
Banyuwangi, di antaranya kami akan merevitalisasi Asrama Inggrisan,” ujar Essy.
Essy melanjutkan, pembangunan
Asrama Inggrisan akan tetap mempertahankan fasad bangunan aslinya. Karena
arsitektur gedung yang sudah ada sejak jaman penjajahan tersebut merupakan
bangunan heritage yang menjadi bagian cagar budaya daerah.
“Asrama Inggrisan akan dibangun
dengan konsep wisata edukasi. Semua bangunan hanya akan direvitalisasi tanpa
mengubah bentuk, karena Asrama Inggrisan juga merupakan bangunan cagar budaya
daerah. Di lokasi tersebut akan dilengkapi dengan museum, hotel, hingga meeting
point,” terangnya.
Selama di Banyuwangi, Tim Kementrian PUPR juga langsung melakukan survey sebelum pelaksanaan pekerjaan. (humas/kab/bwi)