
Para narasumber dalam acara Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 di Ballroom Shangri-la Hotel Surabaya. (Foto: AMSI Jatim)
KabarBanyuwangi.co.id, SURABAYA – Media perlu mengembangkan sumber pendapatan di luar iklan dan trafik digital untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan perilaku audiens. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan produk data, layanan berlangganan, riset, hingga pemanfaatan jaringan komunitas dan pelaku usaha lokal.
Gagasan itu mengemuka di Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 dalam sesi Panel 2 bertajuk Diversifikasi Bisnis Media 2027: AI, Kreator dan Komunitas yang menghadirkan Co-Founder & COO Katadata Ade Wahyudi, CEO Hukumonline Arkka Dhiratara, serta Founder & CEO Blokbojonegoro.com Muhammad Abdul Qohhar.
Ade Wahyudi mengawali pembahasan dengan menyoroti
tantangan media yang masih bergantung pada platform digital untuk menjangkau
audiens. Menurutnya, media perlu membangun hubungan langsung dengan pembaca
sekaligus mengembangkan produk yang menjawab kebutuhan spesifik pasar.
Katadata, lanjut Ade, mengembangkan regional data
dashboard yang menyajikan profil daerah, peta, perbandingan wilayah, hingga
modul investasi. Produk tersebut menunjukkan bagaimana data dapat diolah
menjadi layanan bernilai ekonomi bagi pemerintah dan berbagai pihak yang
membutuhkan informasi tentang potensi daerah.
Selain data, Ade menilai riset dan isu keberlanjutan atau
sustainability berpeluang menjadi lini bisnis tersendiri. Perusahaan nasional
maupun internasional membutuhkan informasi dan kajian spesifik sebagai bahan
pertimbangan. Di sisi lain, kegiatan dan komunitas dapat memperkuat loyalitas
audiens sekaligus membuka peluang pengembangan produk baru.
Pembahasan kemudian berlanjut pada model bisnis berbasis
langganan yang dipaparkan Arkka Dhiratara. Arkka menunjukkan bahwa media tidak
harus hanya mengejar jumlah pengunjung dan tayangan iklan. Produk informasi
yang memiliki nilai praktis bagi pelanggan dapat menjadi sumber pendapatan
langsung, terutama melalui skema business-to-business (B2B).
Hukumonline mengembangkan layanan informasi hukum yang
tidak hanya menyediakan dokumen peraturan, tetapi juga analisis mengenai
perubahan regulasi dan dampaknya terhadap operasional perusahaan. Layanan
tersebut diperkuat dengan asisten AI yang terhubung dengan basis data internal
sehingga pelanggan dapat mencari informasi dan memperoleh jawaban sesuai
kebutuhan.
Model ini memperlihatkan bahwa teknologi AI dapat
meningkatkan nilai sebuah produk informasi apabila didukung data yang lengkap, mutakhir,
dan tepercaya. Media pun memiliki peluang mengembangkan layanan serupa sesuai
bidang keahlian dan kebutuhan pasar masing-masing, mulai dari basis data khusus
hingga laporan dan analisis industri.
Sementara itu, Founder & CEO blokBojonegoro.com, Muhammad
Abdul Qohhar menekankan pentingnya mengubah jaringan lokal menjadi peluang
bisnis, terutama bagi media daerah. Relasi dengan pelaku UMKM, perusahaan,
pemerintah daerah, dan komunitas merupakan modal yang dapat dikembangkan
menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat ekonomi.
Menurutnya, media dapat menawarkan layanan pemasaran
produk, promosi usaha, pendampingan komunikasi, serta fasilitasi program bagi
UMKM dan perusahaan. Penyelenggaraan acara lokal juga dapat menjadi sumber
pendapatan dengan mempertemukan sponsor, pelaku usaha, komunitas, dan audiens
dalam kegiatan yang memiliki konsep serta manfaat jelas.
Qohhar menilai media daerah tidak harus meniru skala
bisnis media nasional. Kedekatan dengan masyarakat dan pemahaman terhadap
kebutuhan pasar setempat justru dapat menjadi keunggulan untuk menciptakan
layanan yang relevan. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, juga perlu diikuti
kemauan untuk mencoba peluang baru.
Ketiga paparan tersebut memperlihatkan pendekatan yang
saling melengkapi dalam membangun keberlanjutan bisnis media. Katadata
mengembangkan data, riset, dan komunitas; Hukumonline.com mengolah informasi
khusus menjadi layanan berlangganan berbasis teknologi; sedangkan
Blokbojonegoro.com menekankan pemanfaatan jaringan lokal untuk membangun
kemitraan dan layanan bisnis.
Pesan utama dari panel ini adalah media perlu
bertransformasi dari sekadar penerbit berita menjadi penyedia informasi,
produk, dan layanan yang menjawab kebutuhan audiens maupun pelanggan.
Diversifikasi pendapatan menjadi langkah penting untuk mengurangi
ketergantungan pada trafik dan iklan sekaligus menjaga keberlanjutan industri
media.
Tentang
IDMC 2026
Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026
diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengusung tema
“Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”
dan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya.
IDMC 2026 didukung oleh Pertamina, Astra, BNI, Djarum, Alamtri, PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jago, Bank Mandiri, GoTo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Astra Honda Motor, dan INALUM. (*)
