Proses perbaikan jembatan di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Sejumlah jembatan di jalur utara Banyuwangi diperbaiki. Proses pengerjaan diperkirakan rampung dalam lima bulan. Selama proses pembangunan, rekayasa arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.
Jembatan yang dibangun seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Yakni Jembatan Alasbuluh I, Alasbuluh II, Curahsawo, dan Wongsorejo.
PPK 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)
Jatim-Bali Syaiful Fajar mengatakan, proses pembangunan bakal berlangsung
selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2023.
"Kami mulai pengaturan lalu lintas dengan sistem
buka-tutup, karena kita akan bekerja dengan setengah bagian jembatan,"
kata Fajar.
Jembatan Alasbuluh I memilik panjang 9,1 meter dan lebar
7,3 meter. Jembatan Alasbuluh II memiliki panjang 3,7 meter dengan lebar 9,9
meter.
Kemudian, Jembatan Curahsawo memilik panjang 11,7 meter
dengan lebar 11 meter. Sedangan Jembatan Wongsorejo memiliki panjang 4,5 meter
dan lebar 8 meter.
Fajar mengungkapkan, Jembatan Alasbuluh II dibangun pada
1988, sempat rusak akibat longsor pada 2021. Sejak itu, bangunan jembatan
dibangun dengan konstruksi sementara. Tiga jembatan lainnya dibangun sebelum
tahun 1942, sehingga butuh perbaikan.
Proses pembangunan jembatan dilakukan dengan pengerjaan
salah satu sisi ruas terlebih dulu. Setelah satu ruas selesai, pembangunan baru
akan dilanjutkan pada ruas yang lain.
Fajar optimistis, proses pengerjaan empat jembatan di jalur
penghubung Situbondo - Banyuwangi yang menjadi prioritas BBPJN tersebut bisa
diselesaikan sebelum pergantian tahun.
"Karena dua jembatan, yaitu Alasbuluh II dan Jembatan
Wongsorejo, dibangun menggunakan konstruksi box culvert. Sehingga pemasangannya
lebih cepat dari sisi waktu," tambah dia.
Sementara dua jembatan lainnya dibangun dengan konstruksi
girder. Hanya saja, kata Fajar, pengerjaan bore pile telah rampung.
"Secara kontrak paket preservasi jalan dan jembatan
Situbondo-Banyuwangi berakhir pada September 2024. Namun karena penggantian
empat jembatan ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan, maka dilakukan
percepatan," imbuhnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pihaknya mengimbau
para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif lain. Karena pemberlakuan
sistem buka-tutup di jembatan yang dibangun berpotensi menimbulkan antrean dan
kemacetan.
"Terutama untuk penguna jalan yang hendak menuju ke
Pelabuhan Ketapang atau ke Banyuwangi, kami mengimbau agar melalui jalur
alternatif," ucapnya.
Untuk mengantisipasi risiko kemacetan, Fajar mengaku telah
berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian, dinas
perhubungan, dan pemerintah kecamatan serta desa setempat.
"Selain itu uji coba rekayasa lalu lintas juga sudah
dilakukan, sehingga memenuhi syarat pelaksanaan pekerjaan," imbuhnya lagi.
(fat)