Iklan Atas ASTON Banyuwangi

FPKB DPRD Banyuwangi Minta Perbup Bosda Segera DiterbitkanDPRD Banyuwangi


FPKB DPRD Banyuwangi Minta Perbup Bosda Segera Diterbitkan

Keterangan Gambar : Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi. (Foto: Fattahur/Dok)

KabarBanyuwangi.co.id - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Banyuwangi mendesak eksekutif segera menerbitkan Perbup tentang Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Desakan itu dilakukan FPKB dengan melayangkan surat permohonan penerbitan perbub yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi.

Ketua FPKB DPRD, H.Khusnan Abadi mengatakan, diterbitkannya peraturan bupati (Perbup) itu untuk dasar penganggaran tambahan BOS dalam bentuk BOSDA.

Baca Juga :

Menurutnya, itu perlu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan yang terjangkau dam meningkatkan mutu pendidikan di Banyuwangi.

"Kami berangkat dari keresahan masyarakat terkait dengan biaya pendidikan yang masih temukan di lapangan. Bahkan kami juga masih mendengar soal adanya pungutan bermodus sumbangan," ungkap Khusnan kepada wartawan, Senin (16/1/2023).

Menurut Khusnan, urusan pendidikan adalah urusan wajib pemerintah dalam rangka menyiapkan generasi penerus bangsa.

Soal pendidikan telah diatur dalam Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 Amandemen ke-4 dan UU Sisdiknas yang mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

"Belum semua daerah menjalankan amanat tersebut dengan baik, terbukti APBD-nya secara formal angkanya masih untuk kebutuhan gaji pegawai/guru. Sementara yang menyangkut urusan pendidikan sedikit terabaikan," kata dia.

Jika surat permohonan FPKB mendapat respon baik dari Bupati Banyuwangi dan menetapkan kebijakan BOSDA, maka pendidikan terjangkau dan gratis dapat terwujud.

Selain itu pemerataan kesempatan belajar bagi anak usia sekolah yang berusia 7 hingga 15 tahun dapat berkesempatan belajar secara gratis.

"Sehingga pendidik dan peserta didik konsentrasinya sudah pada proses pendidikan secara maksimal dan berkualitas," pungkasnya. (fat)