
Dirut InJourney Maya Watono mengenakan Kebaya Putih, Bupati Ipuk menggunakan omprog. (Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 telah mencetak sejarah baru. Sejak digelar 2012, untuk pertama kalinya Gandrung Sewu digelar pada malam hari. Untuk pertama kalinya juga di Indonesia, ditampilkan aksi drone fireworks yang memadukan seni tari tradisi dengan teknologi pertunjukan dalam balutan glow in the dark.
Gandrung Sewu tahun ini mendapat dukungan dari Injourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.
"Ini luar biasa, karena
pertama kali diadakan di malam hari, dan juga pertama kali Glow in the Dark.
Drone fireworks ini pertama kali di Indonesia. Kita ingin menarasikan
Banyuwangi di mata Indonesia dan dunia," kata Direktur Utama InJourney,
Maya Watono.
Maya mengatakan ide konsep malam
hari muncul saat melakukan site visit ke lokasi acara. Pihaknya melihat potensi
luar biasa dari tempat dan para penari, sehingga dipadukan dengan konsep yang
memperkuat suasana magis pertunjukan.
"Kami rasa Gandrung Sewu
cocok kalau diadakan di malam hari dengan konsep Glow in The Dark,"
tuturnya.
Maya memastikan InJourney siap
untuk kembali mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu di tahun berikutnya.
"Pastinya InJourney siap
mendukung. Karena di InJourney memiliki program InJourney Peduli Budaya, dan
ini adalah inisiatif kami mempreservasi budaya-budaya Indonesia,"
ungkapnya.
Konsep baru Gandrung Sewu 2026
ini, mendapat antusiasme luar biasa. Puluhan ribu orang dari berbagai kota di
Indonesia datang ke Pantai Marina Boom untuk menyaksikan langsung pertunjukan
kolosal yang telah memasuki tahun ke-14 itu.
Pagelaran Gandrung Sewu 2026 di
Pantai Boom, Marina, Sabtu malam (24/10/2026), mendapat sambutan luar biasa.
Meskipun digelar malam hari, sejak siang ribuan penonton sudah berdatangan ke
Pantai Boom.
Bahkan hingga menjelang pagelaran,
jalan menuju ke Pantai Boom dipadati ribuan orang yang hendak menyaksikan
langsung.
Bupati Banyuwanggi Ipuk
Fiestiandani, dan tamu undangan lainnya harus berjalan kaki menuju venue
Gandrung Sewu. Tidak hanya itu pengisi acara seperti artis Kunto Aji dan
Project Pop juga terjebak kepadatan dan harus rela berjalan kaki.
Tak hanya itu, sekitar 200 ribu
orang menonton Gandrung Sewu secara live di chanel youtube resmi Pemkab
Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah
menyukseskan Gandrung Sewu 2026.
"Terimakasih kepada
InJourney, Pelindo, dan semua yang sudah membantu terselenggaranya Gandrung
Sewu 2026. Khususnya para penari, pelatih, seniman, budayawan dan semuanya yang
berkontribusi dalam kegiatan Gandrung Sewu ini," kata Ipuk.
Bupati Ipuk juga memohon maaf
kepada seluruh warga yang sudah datang dan belum semuanya bisa masuk ke dalam
arena dan menyaksikan secara langsung.
Antusiasme yang begitu tinggi
ini, kata Ipuk, menunjukkan besarnya kecintaan mereka terhadap seni dan budaya
Banyuwangi.
"Kami berterimakasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Gandrung Sewu. Antusiasme yang begitu tinggi ini, menjadi bahan evaluasi kami agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Sekali lagi, kami mohon maaf pada warga yang tidak bisa menyaksikan Gandrung Sewu di lokasi karena penonton yang mencapai puluhan ribu," tuturnya. (*)
