
Proses pengemasan produk kue bagiak ikan lemuru. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Jika biasanya kue bagiak identik
dengan rasa manis yang renyah, kali ini ada inovasi berbeda di Bumi Blambangan.
Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi)
sukses menginisiasi pembuatan Bagiak Ikan Lemuru guna mendongkrak nilai ekonomi
komoditas perikanan lokal.
Inovasi unik tersebut diterapkan langsung dalam program
pendampingan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar)
Lazora di Perumahan Griya Pesona, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi pada
Minggu (7/6/2026) lalu.
Program pengabdian ini digawangi oleh tim akademisi (dosen)
lintas disiplin ilmu Poliwangi yang diketuai oleh Nurul Alfiyah, S.E., M.Akun. dari
Program Studi (Prodi) Agribisnis, serta beranggotakan Sri Nurul Utami, S.Pi.,
M.Si. dari Prodi Teknologi Budi Daya Perikanan (Akuakultur), dan Indira Nuansa
Ratri, S.M., M.SM dari Prodi Bisnis Digital.
Tidak bergerak sendiri, tim dosen ini juga turut melibatkan
peran aktif mahasiswa dalam implementasi teknologi dan keilmuan di lapangan. Dua
mahasiswa yang turut diterjunkan langsung dalam mendampingi kelompok adalah
Arina Syarifatal Afidah dari Prodi D-IV Teknologi Akuakultur, serta Maywulan
Nurila Anggraini dari Prodi D-IV Agribisnis.
Kehadiran unsur mahasiswa ini diharapkan mampu memberikan
transfer pengetahuan yang lebih segar sekaligus mengakselerasi keterampilan
teknis dan manajerial mitra binaan.
Sentuhan Baru Kuliner Tradisional dan Manajemen
Usaha
Dalam pelatihan teknisnya, para anggota Poklahsar Lazora
dibekali keterampilan komprehensif mulai dari teknik pemilihan bahan baku ikan
lemuru segar, pengolahan adonan yang pas, pembentukan produk, hingga proses
pemanggangan agar menghasilkan kualitas tekstur bagiak yang kompetitif di
pasaran.
Langkah inovatif ini sengaja dirancang untuk menghadirkan
alternatif oleh-oleh baru khas Banyuwangi yang memiliki daya saing tinggi di
sektor industri kreatif kuliner.
Namun tidak berhenti di sektor dapur produksi saja, tim
pengabdian Poliwangi juga membenahi manajemen internal mitra melalui edukasi
keuangan sederhana.
Para pelaku usaha diajarkan secara mendalam mengenai teknik
pencatatan arus kas berupa pemasukan dan pengeluaran harian, formulasi
pemisahan keuangan usaha dari kantong pribadi, metode perhitungan Harga Pokok
Produksi (HPP) yang akurat, hingga strategi penentuan harga jual demi
mengoptimalkan keuntungan yang berkelanjutan.
"Inovasi produk yang unik harus berjalan beriringan
dengan tata kelola manajemen yang sehat," ujar Ketua Tim Pengabdian
Poliwangi, Nurul Alfiyah dalam keterangan tertulis yang diterima
KabarBanyuwangi.co.id, Rabu (8/7/2026).
"Bagiak Ikan Lemuru ini adalah salah satu ikhtiar kita
menaikkan kelas produk perikanan lokal. Namun untuk keberlanjutannya
(sustainability), mutlak diperlukan catatan keuangan dan pemasaran yang
rapi," imbuhnya.
Produk bagiak ikan lemuru ini diiniasi oleh Tim
Pengabdian Poliwangi dan Poklahzar Lazora. (Foto: Istimewa)
Dukung Gemarikan dan Kemandirian UMKM
Inisiasi ini disambut antusias oleh para pelaku usaha
lokal. Ketua Poklahsar Lazora, Siti Kustrianingsih, mengakui bahwa pelatihan
ini membuka cakrawala baru bagi kelompoknya dalam memanfaatkan potensi ikan
lemuru yang selama ini melimpah di wilayah pesisir Banyuwangi.
"Kami mendapat perspektif baru bahwa ikan lemuru
ternyata sangat fleksibel dan punya nilai jual tinggi jika diolah menjadi camilan
tradisional seperti bagiak. Ditambah lagi materi keuangan, ini sangat membantu
agar manajemen kelompok kami menjadi lebih tertata dan profesional,"
ungkap Siti.
Di sisi lain, diversifikasi produk menjadi Bagiak Ikan
Lemuru ini juga dinilai selaras dengan Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN).
Mengemas protein ikan ke dalam bentuk kudapan ringan yang akrab di lidah
masyarakat diharapkan mampu merangsang peningkatan angka konsumsi ikan daerah.
Ke depan, Poklahsar Lazora diproyeksikan untuk terus
meningkatkan konsistensi mutu, estetika kemasan (packaging), penguatan
branding, hingga perluasan jejaring pemasaran agar produk inovatif ini siap
menjadi ikon kuliner baru kebanggaan Banyuwangi. (adv/man)
