
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi dari tahun ke tahun terus naik. Ini membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, salah satunya memilih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi di Taman Blambangan, Sabtu (2/4/2026) diikuti ribuan pelajar dan guru.
Angka IPM di Banyuwangi menunjukkan tren positif meningkat setiap tahunnya. Pada 2025 IPM Banyuwangi sebesar 75,17, meningkat dari 2024 sebesar 74,3. Angka ini juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).
Angka ini menjadikan Banyuwangi
dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan
Sekarkijang.
"Itu sebuah capaian yang
sangat bagus, dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara
dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis
di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan
sekolah karena berbagai alasan,” kata Mu`ti.
“Karena itu hari ini saya
mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat
dan sangat meriah," imbuh Mu'ti.
Banyuwangi memiliki sejumlah
program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah. Sebut
saja Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus
menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui
berbagai skema.
Selain itu juga ada program Siswa
Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya
lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara
ekonomi. Seperti membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah bahkan
siswa dari sekolah lainnya.
Di Banyuwangi peringatan Hardiknas
dikemas selain upacara, juga digelar Kuntulan Ewon yang diikuti oleh 1.060
pelajar mulai dari SD hingga SMA.
Mereka berkolaborasi dengan
seniman dan budayawan, menyajikan pertunjukan kolosal kesenian tradisional yang
memadukan unsur tari dan musik rebana oleh seribu lebih siswa di
Banyuwangi.
Menurut Mendiknasmen dengan
melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya seperti ini, akan membentuk
karakter siswa yang kuat dan unggul.
"Ini sesuai dengan Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun
Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan
Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat," kata Mu'ti.
Sementara Bupati Ipuk berterima
kasih pada Mendikdasmen yang memilih Banyuwangi untuk memperingati Hardiknas.
"Kami sangat mengapresiasi
dan berterima kasih kepada Bapak Mentri beserta jajaran yang telah melaksanakan
Upacara Hardiknas di Banyuwangi," kata Ipuk.
Bagi Banyuwangi pendidikan tidak
hanya tentang dunia akademik, namun bagaimana memadukan potensi anak baik di
bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya.
"Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya Kuntulan Ewon saat ini," tambah Ipuk. (*)
