
Prajurit TNI AD dan Batalyon 12 Para Special Force Indian Army saat latihan bersama ( Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Latihan bersama (Latma) Garuda Shakti edisi ke-12 yang melibatkan TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan Batalyon 12 Para Special Force Indian Army resmi berakhir pads Kamis (5/11/2026).
Upacara penutupan berlangsung di Asrama Militer (Asmil) Batalyon Infanteri 515/Ugra Tapa Yudha (UTY) Kostrad, Banyuwangi dihadiri Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun dan Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty.
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun
mengatakan, pelaksanaan latihan berjalan baik dan seluruh rangkaian kegiatan
memberikan manfaat bagi kedua angkatan darat.
"Ini adalah program yang secara kontinu dilakukan
oleh TNI, terutama TNI AD, dengan Indian Army. Ini sudah berlangsung beberapa
kali dan menjadi latihan kerja sama antar angkatan darat," ujarnya.
Menurut Primadi, latihan bersama menjadi kesempatan bagi
kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan, taktik, dan teknik pertempuran.
Pengalaman yang diperoleh dapat diadopsi untuk meningkatkan kemampuan
masing-masing pasukan.
Dalam latihan tersebut, Indonesia dan India juga saling
berbagi kemampuan sesuai pengalaman dan karakteristik wilayah masing-masing.
Kedua pasukan membagikan pengalaman perang hutan, penanganan terorisme hingga
kemampuan menembak.
Primadi menyebut karakteristik wilayah kedua negara
menjadi salah satu hal yang dipelajari selama latihan. India memiliki wilayah
perbatasan darat yang luas dengan sejumlah negara, sedangkan Indonesia memiliki
karakteristik geografis sebagai negara kepulauan dengan wilayah perbatasan
laut.
"Karakteristik itu pasti akan berbeda, dan itu
menjadi pelajaran bagi kita untuk saling mengenal karakteristik
antarnegara," katanya.
Mayjen Primadi memastikan kerja sama latihan serupa akan
terus dilanjutkan dengan pengembangan materi untuk memperkuat kemampuan
prajurit sekaligus hubungan persahabatan kedua negara.
Danyonif 515/Ugra Tapa Yudha (UTY) Kostrad Letkol Inf Edy Pramono menyebutkan kawasan hutan di Desa Pakel, Kecamatan Licin menjadi salah satu lokasi latihan karena dinilai sangat pas untuk simulasi perang hutan.
Upacara
penutupan Latma Garuda Shakti 2026 di Asrama Militer (Asmil) Batalyon Infanteri
515/Ugra Tapa Yudha (UTY) Kostrad, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Medan di hutan kawasan Pakel, kata Edy, sesuai dengan
daerah operasi yaitu berbukit-bukit dipenuhi banyak tanjakan, lembah sempit,
bercelah dan banyak sungai, serta kerapatan vegetasi tanaman cukup beragam.
"Selama tiga hari tiga malam kita melaksanakan
latihan perang hutan. Di sana diberikan beberapa materi mulai dari patroli,
kemudian tracking mencari keberadaan musuh, mengatasi kontak tembak dengan
musuh, simulasi korban, evakuasi korban, serta masuk ke sasaran melalui jalur
udara dengan teknik fast roping dan rappelling. Kawasan hutan Pakel sangat
sesuai untuk daerah operasi kita," kata Edy.
Ia juga mengungkapkan salah satu materi penting dalam
latihan adalah Tactical Combat Casualty Care (TCCC), yakni penanganan medis
terhadap prajurit yang terluka dalam pertempuran.
Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Shri
Sandeep Chakravorty mengatakan, latihan Garuda Shakti telah diselenggarakan
setiap tahun sejak 2015, dan menjadi salah satu agenda penting dalam kerja sama
militer India dan Indonesia.
Dia menyebut pelaksanaan tahun ini menghadirkan sejumlah
materi baru, diantaranya terjun payung bebas (free fall) dan penggunaan pesawat
nirawak (drone).
"Saya sangat senang dengan penutupan latihan ini.
Seperti yang disampaikan Mayjen Primadi, seluruh tujuan latihan telah tercapai.
Tahun ini kami memiliki beberapa elemen baru, termasuk free fall dan juga
penggunaan drone," ujarnya.
Menurut Sandeep, hubungan militer India dan Indonesia selama telah terjalin kuat. Tidak hanya di tingkat angkatan darat, tetapi juga angkatan laut dan angkatan udara. Kedua negara juga rutin menggelar berbagai latihan bersama sepanjang tahun.
Upacara
penutupan Latma Garuda Shakti 2026 dihadiri Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI
Primadi Saiful Sulun dan Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep
Chakravorty.
Selain itu, pertukaran budaya juga menjadi hal yang baik
untuk kedua negara agar kian erat. Interaksi selama latihan membuat prajurit
kedua negara semakin dekat. Personel India yang awalnya datang sebagai tamu,
pulang dengan membawa hubungan persahabatan yang lebih erat dengan prajurit
Indonesia.
"Mereka datang sebagai tamu, tetapi akan pergi
sebagai keluarga dan teman. Ini merupakan contoh yang sangat baik dari hubungan
dekat yang kita miliki dengan Indonesia. Kita belajar satu sama lain dan
menghadapi tantangan yang umum serta serupa," pungkasnya.
Sebagai informasi, Garuda Shakti ke-12 melibatkan 50
prajurit Yonif 515/UTY Kostrad dan 50 personel Batalyon 12 Para (SF) Angkatan
Darat India. Rangkaian latihan digelar di sejumlah lokasi di Jawa Timur,
meliputi Banyuwangi, Malang, dan Pasuruan.
Selama sebelas hari, 100 prajurit dari kedua negara
berlatih meningkatkan kemampuan tempur sekaligus bertukar pengetahuan, taktik
militer dan taktik pertempuran di medan hutan pegunungan.
Setelah latihan bersama resmi berakhir, prajurit Batalyon
12 Para (SF) kembali ke India pada Jumat (6/11/2026). (*)
