(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Ajang Banyuwangi Fashion Festival (BFF) yang kembali digelar setelah libur selama pandemi Covid-19 menjadi ajang naik kelas bagi para pelajar kota Gandrung.
Di ajang bergengsi yang dihelat di
Terminal Pariwisata Banyuwangi, Rabu malam (12/7/2022) itu, mereka menunjukkan
hasil karya kolaborasi dengan sejumlah desainer profesional.
Setidaknya ada 10 desainer daerah
yang berkolaborasi dengan siswa SMK di Banyuwangi dengan mengusung konsep
Co-Exist. Konsep yang mengedepankan kolaborasi antar sesama dan alam itu
berwujud dalam sejumlah tema busana. Mulai dari Tropical Reborn, Green Forest,
Angel Runaway, hingga Altsea.
Salah satu desainer profesional
yang berkolaborasi dengan pelajar tersebut adalah Almira. Pemilik butik busana
muslim di bilangan Letkol Sugiono Banyuwangi itu, kerja bareng dengan 6 orang
siswa SMK Sritanjung Banyuwangi.
"Seluruh desain dan cutting
dikerjakan oleh mereka, kami hanya sebagai kurator dan pembimbing di setiap
proses pengerjaan. Saya senang melihat hasil kerja mereka ini. Hanya dua minggu
dan hasilnya sangat bagus," tutur Almira yang di panggung BFF itu
menampilkan kolaborasi desain yang terinspirasi dari Haik, busana tradisional
bangsa Algeria.
(Foto: humas/kab/bwi)
Hal yang sama juga dilakukan oleh
Sanet Sabintang. Pemilik brand fashion sendiri itu, berkolaborasi dengan para
siswa SMK Ihya Ulumuddin, Singojuruh. Mereka mengusung konsep Iyashi yang
mengandung makna penyembuhan.
"Banyak ilmu yang saya dapat
saat berkolaborasi ini. Mulai dari memilih bahan, mendesain, memotong sampai
bagaimana menjahit yang rapi. Kami merasa sangat tersanjung karena diberi
kesempatan tampil di panggung yang megah ini," ujar Nurul Islami, pelajar
kelas XI yang berkesempatan kerja bareng dengan Sanet Sabintang.
Puluhan karya busana hasil kreasi
pelajar dan desainer itu, ditampilkan secara megah di panggung BFF. Dibawakan
oleh para model profesional dan disaksikan oleh ribuan pengunjung secara
offline dan online. Applause meriah kerap menyeruak kala para desainer tampil
di atas panggung.
"Saya tidak menyangka kreativitas saya dan kawan-kawan berbuah baik dan ditampilkan di BFF. Semoga ke depannya makin banyak panggung semacam ini untuk kami anak-anak pelajar," ungkap Rindu, salah satu pelajar SMK Sritanjung yang turut ambil bagian.
(Foto: humas/kab/bwi)
Sementara itu, Bupati Banyuwangi
Ipuk Fiestiandani yang hadir secara virtual, mengapresiasi BFF kali ini. Ia
berharap kegiatan tersebut bisa mendorong kreativitas anak milenial di bumi
Blambangan agar semakin produktif.
"Semoga dengan melibatkan
pelajar dan para pelaku industri fashion Banyuwangi, ajang BFF ini bisa semakin
menumbuhkan industri kreatif di Banyuwangi tercinta ini," ungkap Ipuk.
Lebih jauh, Ipuk juga memastikan
bahwa kreativitas anak muda di Banyuwangi akan selalu mendapat ruang.
"Ajang ini akan rutin dilakukan setiap tahunnya. Ini untuk memastikan
tersedianya ruang kreasi bagi kreativitas anak muda Banyuwangi," tegasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro DR.Rulli Nuryanto, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Ketua Dekopin Pusat, Sekban Bakorwil Jember Juhaer. BFF ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi ke-75. (humas/kab/bwi)