
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 digelar akhir pekan ini, Sabtu 18 Juli 2026. Tidak hanya ditunggu para wisatawan dan masyarakat, para pedagang juga sangat antusias menyambut event tahunan yang mereka nanti-nanti ini.
Bagaimana tidak, perhelatan BEC selalu membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Seperti yang dikatakan Iwan, pedagang kaki lima di Jalan Letjen Sutoyo, penyelenggaraan BEC selalu mendongkrak pendapatannya.
"Kalau ada event BEC pasti
ramai, pendapatan yang kami dapat juga naik dua kali lipat," kata pedagang
telur gulung, Rabu (15/7/2026).
Untuk memaksimalkan dagangannya,
Iwan tak hanya membuka lapak di tempat biasa ia berjualan. Ia turut membuka
lapak keliling dengan sepeda motor di area yang dipadati pengunjung. Dengan
begitu, stok jualan ditambah, karena pengalaman sebelumnya menunjukkan lonjakan
pembeli saat BEC berlangsung.
Dari pengalaman dua tahun
terakhir, Iwan mengaku bisa mengantongi omzet Rp600 ribu hingga Rp700 ribu
dalam sehari saat BEC digelar. Nilai itu jauh di atas pendapatan hari biasa
hingga dua kali lipat.
"Kami berharap. Kalau bisa,
BEC digelar setahun dua kali. Karena dampaknya sangat terasa bagi pedagang
kecil seperti kami," ujarnya.
Hal serupa dirasakan Tia,
pedagang aneka minuman es di kawasan yang sama. Seperti yang dilakukan Iwan,
Tia tidak menyia-nyiakan momen BEC dengan menyiapkan stan tambahan di depan SD
Brawijaya yang menjadi salah satu titik ramai penonton. Setiap ada BEC omzetnya
bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.
"Tiap ada BEC pasti buka dua
tempat. Dari pagi sampai malam jualannya karena pengunjung terus berdatangan.
Kalau ada BEC senang sekali. Persiapan jualan ditambah lagi. Biasanya omzet
sekitar Rp1 juta, kalau BEC bisa lebih dari itu," ujarnya.
Berkah serupa dirasakan Rahmat,
penjual Es Dawet Barokah di depan Kantor Pos Banyuwangi. Ia mengaku kebutuhan
bahan bakunya meningkat drastis setiap kali BEC digelar.
"Biasanya stok tiga perempat
kilogram, kalau BEC bisa sampai satu setengah kilogram dan biasanya habis
semua," kata Rahmat.
Begitu juga yang dirasakan Mbok
Sulik pemilik warung di kawasan desa wisata Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah.
Dia mengaku selalu antusias setiap ada event besar di Banywuangi.
“Banyak orang datang ke Banyuwangi,
menginap dan berwisata sehingga dagangan saya laku. Ini yang selalu ditunggu
pedagang seperti saya yang berharap rejeki berlimpah dari acara yang dibuat
pemkab,” kata Sulik.
BEC akan berlangsung pada 18 Juli
pukul 13.00 WIB dengan start di Taman Blambangan. Ratusan talent karnaval akan
menempuh rute sepanjang 2 km di jalan protokol Banyuwangi.
Menyambut karnaval kolosal tersebut, berbagai agenda menarik yang bisa diikuti mulai 16-19 Juli dalam rangkaian BEC Week. Seperti Sekarkijang Creative Fest (SCF) yang didukung penuh oleh Bank Indonsia Jember, termasuk festival UMKM dan event lari. (*)
