Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan hibah secara simbolis. (Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Sepanjang tahun 2023, Pemkab Banyuwangi menyalurkan bantuan hibah untuk pendidikan sebesar Rp. 18,3 milyar. Anggaran tersebut disalurkan pada 5.367 penerima yang diperuntukkan untuk insentif guru swasta, serta beasiswa pendidikan mulai SD hingga mahasiswa.
"Ini adalah salah satu ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi. Tantangan ke depan semakin berat, khususnya terkait penyiapan SDM,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan hibah secara simbolis kepada sejumlah perwakilan penerima di Pendopo Sabha Swagata, Jumat (29/12/2023).
“Bantuan ini
menjadi support system untuk meraih bekal itu, sehingga SDM kita punya peluang
lebih besar untuk maju dimanapun mereka berada. Bagi kami memajukan daerah
bukan hanya membangun infrastruktur tapi juga meningkatkan kualitas SDM agar
memiliki daya saing dan kompetensi unggul,"
imbuhnya.
Sepanjang 2023, pemkab telah
menyalurkan bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta kepada
1.797 guru; bansos guru TK-SMP non PNS untuk 270 guru.
"Semoga ini bisa memotivasi
para guru untuk tetap bisa memberikan yang terbaik bagi siswa. Kami juga titip
kepada guru untuk terus menanamkan akhlak dan karater yang baik kepada siswa.
Ke depan, tidak hanya butuh SDM yabg ber-skill, namun karakter yang kuat juga
berperan untuk membangun bangsa ini," kata Ipuk.
Ipuk juga menyebut bahwa pemkab
telah menyalurkan bantuan kepada mahasiswa dan pelajar, mulai tingkat PAUD
hingga SMA sederajat. Yakni berupa beasiswa, biaya hidup, uang saku, serta uang
transport.
"Hibah juga diberikan kepada
pelajar maupun mahasiswa yang rentan tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
Dengan berbagai program afirmatif ini, kami berharap kualitas SDM Banyuwangi
terus meningkat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk
kembali menegaskan bahwa bantuan hibah ini tidak ada potongan. "Jika nanti
ada potongan kepada penerimanya, silahkan laporkan kepada kami. Nanti akan kami
tindaklanjuti," tegasnya.
Selain hibah bantuan tersebut,
setiap tahun Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan insentif kepada 4.676 tenaga
pendidik non PNS senilai Rp 53,169 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi,
Suratno, menjelaskan total hibah bansos untuk pendidikan yang disalurkan Pemkab
Banyuwangi tahun ini sebesar Rp18,3 miliar yang disalurkan kepada 5.367
penerima.
Selain kepada guru, hibah bansos
juga diberikan mahasiswa dalam bentuk beasiswa Banyuwangi Cerdas yang diterimakan
kepada 542 mahasiswa.
"Selain kepada mahasiswa
kami juga memberikan beasiswa kepada siswa sekolah SD-SMA lewat program
beasiswa Garda Ampuh. Beasiswa ini diberikan kepada anak yang rentan putus
sekolah karena terkendala biaya. Sasarannya 815 siswa SD-SMA dengan anggaran
hampir Rp 2 miliar," jelas Suratno.
Selain itu, pemkab juga telah
menyalurkan program bantuan biaya hidup kepada 757 siswa SD-SMA yang terkendala
masalah ekonomi.
"Kami juga ada program
pemberian uang saku dan uang transport yang masing-masing diberikan kepada 593
siswa. Rinciannya untuk SD mendapatkan uang saku ditambah transportasi sebesar
Rp 10.000/hari, SMP Rp 15.000/hari dan SMA Rp. 20.000/hari," kata dia.
Berbagai program
dirancang untuk membantu anak usia sekolah bisa terus bersekolah. Di antaranya,
program Siswa Asuh Sebaya (SAS) dimana siswa yang mampu menyisihkan uang
sakunya untuk siswa yang kurang mampu.
”Dengan serangkaian upaya itu, pemkab berharap kasus putus sekolah dan permasalahan pendidikan lainnya dapat ditekan dan dientaskan dengan baik,” pungkasnya. (humas/kab/bwi)