Polemik Kapal Ikan Sandar di Tanjungwangi, Pengelola Pelabuhan Perikanan Masami Wadul KKPPelabuhan Masami

Polemik Kapal Ikan Sandar di Tanjungwangi, Pengelola Pelabuhan Perikanan Masami Wadul KKP

Kapal ikan masih memilih lego jangkar di kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Polemik kapal ikan sandar dan bongkar muat di pelabuhan logistik Tanjungwangi, Banyuwangi, masih berlanjut.

Terbaru, pengelola pelabuhan perikanan swasta Masami wadul ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait polemik yang sudah terjadi selama empat bulan terakhir tersebut.

"Jadi, kami sudah mengadukan persoalan bongkar kapal ikan ini ke KKP. Kebetulan ditemui langsung Dirjen Perikanan Tangkap, Agus Suherman. Kami sampaikan semua kronologis di lapangan dan data-data yang ada,” kata Pengelola Pelabuhan Perikanan PT Pasifik Masami Indonesia, Rudi Steven kepada wartawan, Kamis (21/9/2023) siang.

Baca Juga :

Rudi mengungkapkan, Pelabuhan Masami beroperasi sejak Januari 2023 setelah menelan biaya Rp 400 miliar dalam pembangunannya.

Polemik muncul tak lama setelah Pelabuhan Masami ditetapkan sebagai pelabuhan perikanan satu-satunya di Banyuwangi. Kemudian muncul rekomendasi dari Syahbandar Pelabuhan Perikanan untuk bongkar di Tanjungwangi, lasannya faktor cuaca.

Selain itu, Pelabuhan Tanjungwangi dianggap lebih aman untuk bersandar. Kondisi tersebut membuat Pelabuhan Masami yang lokasinya berdekatan dengan Tanjungwangi itu berubah sepi, tak ada lagi kapal ikan yang sandar.

Kepada Dirjen, Rudi membuka data terkait cuaca yang "diklaim" kurang bersahabat. Sehingga, kapal ikan yang sebelumnya bongkar di Pelabuhan Masami dialihkan ke Tanjunwangi.

"Kami sampaikan juga site plan dan jarak Pelabuhan Masami dengan Tanjungwangi. Termasuk, tarif bongkar yang menyumbang cukup besar Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP),” bebernya.

Tak hanya soal bongkar muat kapal, pengelola Pelabuhan Masami juga mengeluhkan munculnya Kepmen KKP terkait penetapan pelabuhan perikanan yang baru di Banyuwangi. Di antaranya, Pelabuhan Tanjungwangi dan Pelabuhan Perikanan Muncar.

Terkait pengaduan tersebut, kata Rudi, Dirjen Perikanan Tangkap berjanji akan segera turun ke Banyuwangi. "Beliau (Dirjen) berjanji akan segera ke Banyuwangi untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” tandasnya. (fat)