Pria Bertopeng Berjumlah 4 orang Sekap dan Hajar Pasutri di Kecamatan GiriPolresta Banyuwangi


Pria Bertopeng Berjumlah 4 orang Sekap dan Hajar Pasutri di Kecamatan Giri

Keterangan Gambar : Korban mengalami luka di kepala belakang sedang dipijat keluarga di rumah. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Kasus pencurian dan kekerasan dengan ancaman dugaan pembunuhan menimpa pasangan suami istri (Pasutri), Nurhayik (67) dan Misrinah (55) warga Lingkungan Kluncing, Kelurahan/Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Tak hanya itu, para pelaku juga memukul kepala korban menggunakan benda tumpul. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka dibagian kepala belakang dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Blambangan, Banyuwangi.

“Saya itu sedang tidur, tau-tau ada orang menyekap saya dua orang, lalu dihantam kepala saya. Saya kegat, terus dihantam lagi dan saya ditindihi, lalu dihantam lagi kepala saya. Apa pakai batu apa kayu, saya tidak bisa melihat, kerena gelap,” kata Nurhayik, di rumahnya sambil menunjukan luka di kepala bagian belakang.

Baca Juga :

Sementara itu, pengakuan Misrinah istri Nuhayik, pelaku diperkirakan berjumlah empat orang tersebut masuk dari dapur tiba-tiba menyerang suaminya. Dua orang langsung menyekap dan memukuli Nurhayik, dua orang lainya mengawasi Misrinah.

“Tau-taunya masuk lewat pintu dapur ada empat orang, yang dua nyerang bapak, yang dua mengawasi saya dan saya disuruh duduk di sini,” ujar Misrinah sambil menunjukan tempat tidur.


Mirsinah, tunjukkan para lari menuju arah barat. (Foto: Fattahur)

Misrinah melanjutkan, melihat suaminya diperlakukan kasar oleh dua pelaku, ia berusaha berontak agar suaminya tidak pukuli.

“Saya mau ngomong jangan digitukan, mulut saya langsung ditutup tangan. Terus sama yang duduk disini (pelaku) ngomong gini sama saya, ngomong bahasa Using, “Mbok menengo kadung kepingin selamet uripe” (Mbak diam saja kalau kepingin selamat hidupnya), cluritnya diginakan di leher saya,” terang Misrinah.

Lantaran tak tahan mendapatkan ancaman dan siksaan, Nurhayik tiba-tiba menggigit jari salah seorang pelaku hingga menjerit. Kemudian para pelaku yang tak dikanali tersebut kabur mininggalkan rumah tanpa membawa barang-barang yang ada di dalam rumah.

“Bapak itu dipukuli ditumpa`i, saya gau tau wajahnya, soalnya gelap nggak dihidupin lampunya. Pelakunya pakai penutup kepala. Terus pelakunya itu jari tanganya digigit sama bapak. Jerit pelakunya, saya terus dilempar, terus lari semua pelakunya,” ucapnya.

Melihat para pelaku kabur dari dalam rumah, Misrinah langsung menghidupkan lampu, kemudian keluar ke jalan raya untuk meminta pertolongan ke warga sekitar, hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Giri.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, melalui Wakasat Reskrim, Iptu Badrodin Hidayat mebenarkan kejadian tersebut dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan.

“Memang benar ada pelaporan dari rekan-rekan Polsek Giri, kemudian diteruskan ke pembina fungsi, karena kami pembina fungsi. Selanjutnya kami memerintahkan rekan-rekan SPKT dan ident untuk mengecek daripada TKP,” jelas Iptu Badrodin Hidayat.


Wakasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Iptu Badridin Hidayat. (Foto: Fattahur)

Bedasarkan laporan tersebut, petugas mendatanngi rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

“Dugaan sementara yang kami duga secara analisa di TKP, kerena belum diketahui dengan pasti. Namun dari hasil pemeriksaan di TKP ada diduga salah satu barang yang hilang. Maka sementara ini diduga adalah kejadian pencurian dengan pemberatan maupun kekerasan,” tegasnya.

Karena alasan masih dalam proses penyelidikan, polisi tak menyebutkan barang barharga yang berhasil dibawa oleh para pelaku tersebut. “Kami akan tetap melakukan penyelidikan, semoga kedepan segera kami baisa ungkap. Mohon do`a dan kerjasamanya rekan-rekan sekalian,” pungkasnya. (fat)