
Pemudik menggunakan roda dua dan empat antre di loket dan kantong parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto : Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id – Ribuan kendaraan melintas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Bali pada puncak arus balik Lebaran, Minggu (29/3/2026).
Pantaun di lapangan pada H+7 Lebaran, sejak pagi kendaraan memadati kantong parkir pelabuhan. Bahkan antrean mobil, motor, bus, dan truk mengular beberapa kilometer menuju Pelabuhan Ketapang.
Hingga siang pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 22.804
orang menyeberang ke Bali. Sementara kendaraan yang melintas d Pelabuhan
Ketapang terdiri dari 3.438 motor, 2.024 mobil, 667 truk logistik, dan 272 bus,
dengan total 6.401 unit.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh
layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menegaskan
bahwa kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik.
“Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami
memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus
kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar
pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan trafik mulai terlihat sejak H+1 hingga H+6. Pada 28 Maret, tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari menjadi indikator kuat bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung.
Wakil
Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano (tengah) saat memberikan keterangan
kepada wartawan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Data reservasi tiket melalui platform Ferizy juga
menunjukkan tren signifikan. Sejak 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10),
total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.256 unit telah
terlayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit kendaraan masih dalam
perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.
Angka tersebut mencerminkan bahwa arus balik belum
sepenuhnya mereda. Potensi kepadatan masih akan terjadi seiring kedatangan
kendaraan secara bertahap, sekaligus menegaskan pentingnya perencanaan
perjalanan yang matang agar pengguna jasa dapat terhindar dari penumpukan.
Secara kumulatif sejak 22 hingga 29 Maret 2026 pukul
12.00, tercatat sebanyak 97.683 unit kendaraan atau sekitar 59 persen telah
menyeberang ke Bali. Sementara jumlah penumpang mencapai 314.491 orang atau
setara 61 persen dari total proyeksi arus balik.
ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan
kendaraan pemudik seperti motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan
perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman. Sementara angkutan logistik tetap
dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko
menjelaskan, pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara
ke kantong parkir yang telah disiapkan.
“Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” jelasnya.
Kendaraan
pribadi dan truk menumpuk di area perkir pelabuhan Ketapang. (Foto: Fattahur)
Untuk menjaga kelancaran, ASDP mengoperasikan 32 kapal,
dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi
buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri
juga terus dilakukan.
Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan
logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian
pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap
berlangsung lancar di seluruh dermaga.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket
melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan
kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” kata Yossianis menambahkan. (fat)