Puncak Arus Balik, Sekitar 59 Persen Kendaraan Menyeberang ke Bali Via Pelabuhan KetapangASDP Ketapang

Puncak Arus Balik, Sekitar 59 Persen Kendaraan Menyeberang ke Bali Via Pelabuhan Ketapang

Pemudik menggunakan roda dua dan empat antre di loket dan kantong parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto : Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – Ribuan kendaraan melintas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Bali pada puncak arus balik Lebaran, Minggu (29/3/2026).

Pantaun di lapangan pada H+7 Lebaran, sejak pagi kendaraan memadati kantong parkir pelabuhan. Bahkan antrean mobil, motor, bus, dan truk mengular beberapa kilometer menuju Pelabuhan Ketapang.

Hingga siang pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 22.804 orang menyeberang ke Bali. Sementara kendaraan yang melintas d Pelabuhan Ketapang terdiri dari 3.438 motor, 2.024 mobil, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit.

Baca Juga :

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menegaskan bahwa kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik.

“Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, lonjakan trafik mulai terlihat sejak H+1 hingga H+6. Pada 28 Maret,  tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari menjadi indikator kuat bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Data reservasi tiket melalui platform Ferizy juga menunjukkan tren signifikan. Sejak 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.256 unit telah terlayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit kendaraan masih dalam perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.

Angka tersebut mencerminkan bahwa arus balik belum sepenuhnya mereda. Potensi kepadatan masih akan terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap, sekaligus menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang agar pengguna jasa dapat terhindar dari penumpukan.

Secara kumulatif sejak 22 hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, tercatat sebanyak 97.683 unit kendaraan atau sekitar 59 persen telah menyeberang ke Bali. Sementara jumlah penumpang mencapai 314.491 orang atau setara 61 persen dari total proyeksi arus balik.

ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan kendaraan pemudik seperti motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman. Sementara angkutan logistik tetap dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko menjelaskan, pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan.

“Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” jelasnya.

Kendaraan pribadi dan truk menumpuk di area perkir pelabuhan Ketapang. (Foto: Fattahur)

Untuk menjaga kelancaran, ASDP mengoperasikan 32 kapal, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan.

Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.

"Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” kata Yossianis menambahkan. (fat)