
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Dalam upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), selain penerapan satu hari Work From Home (WFH) sesuai kebijakan pemerintah pusat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga mengeluarkan kebijakan untuk penghematan energi di kalangan Pemkab Banyuwangi.
Beberapa kebijakan di antaranya mulai dari efisiensi penggunaan kendaraan dinas, Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau menggunakan transportasi umum atau online, atau mengendarai sepeda kayuh ke tempat kerja.
Imbauan ini juga sejalan dengan
arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta semua daerah mempersiapkan diri
terhadap kemungkinan terburuk akibat dinamika yang terjadi di Timur
Tengah.
“Efisiensi energi ini merupakan
mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi
akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah
daerah, saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan
penghematan energi ini,” kata Ipuk, Kamis (26/3/2026).
Imbauan tersebut juga telah
disampaikan Ipuk saat memimpin apel bersama ASN di halaman Kantor Pemerintah
Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/3/2026).
Ipuk mendorong ASN yang rumahnya
dekat mulai beralih menggunakan sepeda kayuh menuju tempat kerja masing-masing.
ASN juga bisa memanfaatkan angkutan umum dan online ke tempat kerja, seperti
yang telah diterapkan Pemkab Banyuwangi tiap hari Jumat.
“Kebijakan ini sedang kita bahas
detailnya untuk segera diterapkan bersama. Selain bisa menghemat energi, gowes
juga lebih menyehatkan bagi ASN,” ungkap Alumni Magister Kebijakan Publik (MKP)
Universitas Airlangga (Unair) tersebut.
Ipuk, juga meminta seluruh ASN
optimalisasi kegiatan berbasis digital sebagai untuk mengurangi mobilitas. “Selain
lebih efektif dengan layanan digital, langkah ini juga membantu menghemat
konsumsi BBM untuk kendaraan dinas,” ujarnya.
Imbauan penghematan energi ini,
menurut Ipuk bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,
melainkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi
mempengaruhi stabilitas pasokan energi, termasuk BBM.
“Kita berharap konflik di Timur
Tengah segera mereda, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia.
Meski demikian, kita juga tetap harus membiasakan diri untuk menggunakan energi
secara bijak,” ujar Ipuk. (*)