Masyarakat memanfaatkan pelayanan adminduk keliling untuk pengurusan KTP digital. (Foto: Fattahur/Dok)
KabarBanyuwangi.co.id - Ribuan warga Banyuwangi telah
terekam memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) digital.
Sejak Agustus 2022 program ini diluncurkan, Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat jumlah warga Banyuwangi
yang telah memiliki KTP digital, kini mencapai sekitar 3 ribu.
"Sekitar 3 ribu warga sudah memiliki KTP digital.
Mayoritas adalah aparatur sipil negara (ASN)," kata Kepala Dispendukcapil
Banyuwangi, Djuang Pribadi, Jumat (6/1/2023).
Djuang menjelaskan, ASN adalah kelompok awal yang didorong
untuk memiliki KTP digital. Selain itu pihaknya juga menyasar instansi-instansi
di luar pemerintahan agar jangkauan penggunaan KTP digital dapat lebih luas.
"Seperti pihak pelabuhan dan beberapa perbankkan sudah
kami beri sosialisasi terkait penggunaan KTP digital," ujarnya.
Tak hanya instansi, masyarakat umum juga bisa mengurus
kepemilikan KTP digital.
Untuk mengakses KTP digital, masyarakat harus
mengunduh aplikasi "Identitas Kependudukan Digital" di Google Play
Store.
Selanjutnya, pengurus harus mengisi data yang dibutuhkan.
Data itu meliputi nomor induk kependudukan (NIK), alamat email, dan nomor
telepon. Dan mengikuti langkah-langkah verifikasi dalam aplikasi.
Syarat lainnya yakni, warga yang telah terekam dan
terdaftar di Kartu Keluarga serta sudah memiliki KTP elektronik (e-KTP).
"Setelah itu, masyarakat tetap wajib mendaftarkan ke
petugas Dispendukcapil. Nanti petugas yang akan mengkoneksikan aplikasi dengan
data di pusat," kata Djuang.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pengurusan KTP
digital, kata Djuang, bisa mendatangi Kantor Dispendukcapil, mall pelayanan
publik, kantor kecamatan, dan pelayanan adminduk keliling.
Di Banyuwangi, layanan pengurusan KTP digital itu berada di
kantor kecamatan, kantor Disdukcapil, mal pelayanan publik, dan layanan
kependudukan keliling.
Menurut Djuang, memiliki KTP digital fungsinya sama halnya
dengan KTP elektronik. Namun lebih mudah jika memiliki KTP digital, karena
lebih ringkas dan tak perlu membawa fisik KTP.
"Karena nanti tinggal scan QR code saja. Datanya sudah
tersimpan," ujarnya.
Djuang menambahkan, pihaknya pun terus menggencarkan
sosialisasi agar masyarakat tertarik untuk beralih ke indentitas noncetak
tersebut. (fat)