Sebanyak 174 Kepsek Madrasah Dilantik, LP Ma'arif NU Minta Cepat Lakukan PenyesuaianLP Ma'arif NU Banyuwangi

Sebanyak 174 Kepsek Madrasah Dilantik, LP Ma

Pelantikan 174 Pelantikan 174 kepala sekolah/madrasah di Kantor PCNU Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ali Wafa)

KabarBanyuwangi.co.id - Sebanyak 174 kepala sekolah/madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma'arif) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi resmi dilantik.

Mereka dilantik langsung oleh Wakil Ketua PCNU Banyuwangi Bidang Pendidikan, H. Slamet di Kantor PCNU Banyuwangi, Sabtu (16/7/2022).

Prosesi pelantikan juga turut dihadiri Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, Zaki Al Mubarok, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Moh. Amak Burhanudin.

Baca Juga :

Selain itu juga disaksikan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) LP Ma'arif Jatim, H. Noor Shodiq Askandar yang hadir secara virtual.

"Kami melantik dam mengambil sumpah jabatan 174 kepala sekolah/madrasah baru maupun yang perpanjangan. Yang baru sebanyak 44, sedangkan sisanya perpanjangan," ujar Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, Zaki Al Mubarok usai kegiatan.

Zaki menyampaikan, pelantikan ini diharapkan bisa menjadi pondasi agar dalam pengabdiannya sebagai kepala sekolah/madrasah bisa lebih terarah.


Prosesi pelantikan 174 kepala sekolah/madrasah baru dan perpajangan digelar di Kantor PCNU Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ali Wafa)

Kepala sekolah, menurut Zaki, adalah pemimpin di lingkungan sekolah, memiliki peran vital dalam menentukan suatu kebijakan di sekolah yang dipimpin. Salah satunya dengan menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan.

"Maka sudah seharusnya kepala sekolah bisa memberi contoh yang baik. Kalau seorang kepala sekolah sudah memberikan contoh yang baik, insyaallah upaya yang baik itu akan dicontoh oleh guru maupun para murid," jelasnya.

Terlebih akselerasi perkembangan pendidikan di era digital seperti sekarang ini makin tahun sangat luar biasa. Sehingga harapannya bagi para kepala sekolah yang baru maupun yang sudah lama bisa dengan cepat melakukan penyesuaian, agar tak ketinggalan dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

"Kalau bisa menjadi pionir-pionir percontohan dan unggulan sekolah/madrasah. Kuncinya adalah keteladanan kepala sekolah,” tandasnya. (fat)