
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Salah satunya menggelar Seminar Pendidikan untuk meng-upgrade kompetensi para guru sebagai ujung tombak mutu pendidikan di daerah, Sabtu (19/9/2026).
Seminar Pendidikan Nasional mengusung tema "Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua" diikuti sebanyak 350 peserta.
Mereka terdiri atas para guru, peserta kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, hingga pemerhati dan praktisi pendidikan.
Seminar ini kerjasama Pemkab
Banyuwangi dan ikatan alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Jakarta (IKA FIP UNJ).
Hadir dalam seminar sejumlah praktisi pendidikan sebagai narasumber. Yakni Dr. Cecep Kustandi (Wakil Dekan II FIP UNJ), Dr. Dudung Abdul Qodir (Sekjen PB PGRI/Ketua IKA FIP UNJ), serta Dr. Alfian (Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi).
Seminar yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan juga dihadiri Menpan RB periode (2022-2024) Abdullah Azwar Anas.
Tak sekadar sharing tentang
pembelajaran di era digital dan penguatan karakter anak, mereka juga membuka
sesi diskusi bersama para peserta. Banyak pertanyaan, aspirasi serta saran
mengemuka dalam sesi tersebut.
"Kami berharap kegiatan ini
dapat memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta peran guru, kepala sekolah,
dan tenaga kependidikan agar semakin adaptif terhadap dinamika zaman dan
kebutuhan anak didik di era digital saya ini," ujar Bupati Ipuk saat
pembukaan acara.
Dikatakan Ipuk, perubahan zaman
yang sangat pesat menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi dari sistem
konvensional menuju pembelajaran yang fleksibel dan berbasis digital.
Ipuk pun mengajak seluruh insan
pendidikan Banyuwangi untuk berkolaborasi bersama pemkab dalam mewujudkan
pendidikan yang semakin berkualitas dan inklusif. Ia juga berpesan agar para
guru terus meng-upgrade skill.
"Guru tidak boleh berhenti
belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang
teknologi," ujarnya.
Ipuk juga meminta agar guru dan
kepala sekolah dapat menciptakan ruang dan suasana belajar yang lebih nyaman,
inklusif dan dapat membangkitkan kreativitas anak.
"Jangan jadikan ruang kelas
satu-satunya tempat untuk belajar. Guru harus bisa berkolaborasi dengan
perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas di sekitar sekolah, hingga orang tua
sebagai partner. Sehingga pendidikan yang diberikan semakin berkualitas
dan membangun kreativitas siswa," pesannya.
Dalam seminar tersebut, para
narasumber berbagi tips bagaimana menjadi pendidik yang berkualitas. Seperti
Dudung Abdul Qodir yang mengatakan sedikitnya ada tiga kunci utama menjadi guru
hebat.
Pertama, trend watching
atau kemampuan menganalisa yang aktual. Guru harus banyak membaca dan
memperluas informasi sehingga tahu trend apa yang saat ini terjadi di dunia
pendidikan.
Kedua, envisioning atau perencanaan
kebijakan ke depan. Ketiga, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis.
"Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya," pungkasnya. (*)
