
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akhirnya terurai, Selasa (8/9/2026).
Selanjutnya, Pemkab Banyuwangi bersama ASDP, KSOP, BPTD, Polresta Banyuwangi, dan sejumlah pihak terkait berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk perbaikan Dermaga Bulusan guna memperlancar penyeberangan.
Dermaga Bulusan selama ini
melayani penyeberangan untuk truk logistik bertonase besar. Selama dua bulan
terakhir, dermaga tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan, sehingga
dialihkan ke dermaga LCM.
“Kami berharap perbaikan ini akan
lebih memperlancar penyeberangan jalur Ketapang – Gilimanuk, seiring adanya
peningkatan kapasitas dermaga ponton di Ketapang yang juga sedang dibangun
menjadi dermaga MB kapasitas angkut 50 ton,” kata Mujino saat meninjau Dermaga
Bulusan, Selasa (8/9/2026). Dermaga Bulusan berada di bawah kewenangan Pemprov
Jatim.
Mujiono mengatakan, upaya
percepatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas sektor
terkait penanganan kemacetan di Ketapang yang digelar, Senin (7/9/2026).
Dalam survei tersebut, pihaknya
mendatangkan tenaga ahli serta menggunakan peralatan multibeam. "Hasilnya
akan lebih detail lagi, kemudian menjadi dasar untuk perencanaan atau Detail
Engineering Design (DED) untuk dermaga yang ada di Bulusan ini," katanya.
Perbaikan Dermaga Bulusan
ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober mendatang dan diharapkan selesai pada
pertengahan Desember. Dengan demikian, dermaga tersebut diharapkan dapat
kembali dimanfaatkan untuk mengantisipasi kepadatan saat Natal dan Tahun Baru.
"Oktober itu mulai
pengerjaan perbaikan dan harapannya pertengahan Desember sudah selesai.
Sehingga untuk mengantisipasi Nataru, ini bisa digunakan lagi semaksimal
mungkin," ujar Mujiono.
Tim dari Dinas Perhubungan Jatim
melakukan survei batimetri di Dermaga Bulusan. Survei dilakukan untuk
mengetahui kondisi dasar laut sebagai bagian dari rencana perbaikan dermaga.
Untuk mengantisipasi kepadatan
susulan dalam dua hingga tiga hari ke depan, ASDP juga mendatangkan dua kapal
berukuran besar yang telah tiba di perairan Banyuwangi. Kedua kapal tersebut
adalah KMP Jatra I dan Portlink 0 yang selama ini beroperasi di lintasan
Merak-Bakauheni.
KMP Jatra I akan memperkuat
pelayanan lintasan Ketapang-Gilimanuk. Sementara Portlink 0 akan melayani
lintasan Tanjungwangi-Lembar.
Total terdapat empat kapal
perbantuan, termasuk Portlink VII yang sebelumnya telah membantu pelayanan saat
kepadatan terjadi. Kapal-kapal perbantuan tersebut dioperasikan dengan sistem
Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB).
"Harapannya kita Portlink 0 itu bisa mengurai dan mengantisipasi kemacetan jika terjadi di Tanjungwangi. Dan kapal Jatra I di Ketapang. Kita harapkan mudah-mudahan tidak ada antrean lagi," ucap Media. (*)
