Titik Api Baru Terdeteksi di Cagar Alam Merapi Ungup-UngupBBKSDA Jawa Timur

Titik Api Baru Terdeteksi di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup

Tiga titik api baru terdeteksi dari pantauan drone. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Pegunungan Ijen belum sepenuhnya dinyatakan aman. Tiga titik api kembali terdeteksi di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, wilayah yang terhubung dengan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan mengatakan, temuan titik api baru tersebut diketahui dari laporan tim di lapangan pada Selasa (15/9/2026) lalu.

Berdasarkan pengecekan, titik tersebut merupakan api yang masih menyala, meski tidak seluruhnya terdeteksi melalui peta hotspot Sipongi dan Sentinel. Saat tim di lapangan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi api semakin meluas.

Baca Juga :

"Posisi saat ini, anggota melaporkan ada tiga fire spot. Akhirnya kami cek di Sipongi dan Sentinel, di situ memang ada beberapa hotspot, tetapi tidak terlihat kalau itu fire spot. Namun di lapangannya ternyata fire spot, artinya api menyala,” kata Nur Patria, Kamis (17/9/2026).

Menurut Nur Patria, titik api tersebut diduga merupakan lokasi baru karena berada di area yang sebelumnya masih terlihat hijau. Api juga berpotensi muncul kembali akibat bara terbawa angin kencang.

"Makanya kemarin saya tidak berani terburu-buru menyatakan padam, karena pendinginan itu yang paling utama. Kalau ada bara yang tertinggal lalu terkena angin kencang dan terbang ke area yang bahan bakarnya tebal, pasti akan menyala lagi," ujarnya.

Tim di lapangan kini memusatkan pemantauan terhadap arah pergerakan api dan kondisi bahan bakar di sekitar lokasi. Langkah mitigasi akan disesuaikan dengan potensi rembetan, termasuk pembuatan sekat bakar atau penggunaan water bombing apabila diperlukan.

"Kalau bahan bakarnya banyak, harus diantisipasi dengan sekat bakar atau memanggil water bombing lagi. Tapi armada water bombing di Bromo dan Argopuro-Welirang saja sudah tidak mampu menangani,” jelasnya.

Untuk mencegah api bergerak ke jalur pendakian, BBKSDA juga memeriksa area sekitar titik api, termasuk potensi bahan bakar yang dapat memicu perluasan kebakaran.

Nur Patria menyebut akses menuju lokasi tersebut hanya dapat ditempuh melalui kawasan Kalipahit atau Banyupahit. "Kalau area di sebelah kanan jalur pendakian, insyaallah bahan bakarnya sudah habis terbakar kemarin. Nah, yang ini datang dari sisi kiri,” ungkapnya.

BBKSDA sebelumnya juga telah membuat sekat bakar di area belakang SPS penginapan Glamping. Namun, bahan bakar di sekitar lokasi masih cukup banyak sehingga potensi kebakaran tetap diwaspadai.

“Kalau nanti apinya menyeberang lagi, ya bisa sampai ke Paltuding lagi. Mudah-mudahan tidak,” kata Nur Patria.

BBKSDA masih menyiagakan tim untuk melakukan pemantauan melalui patroli darat dan udara menggunakan drone. Helikopter water bombing yang sebelumnya membantu pemadaman di kawasan Ijen telah kembali setelah beroperasi selama tiga hari.

Nur Patria menambahkan, kepastian kawasan benar-benar aman baru akan disampaikan setelah hasil pendinginan menunjukkan tidak adanya hotspot maupun fire spot selama sekitar satu minggu berturut-turut.

Pemantauan juga akan memperhitungkan laporan dari masyarakat, terutama terkait kemunculan gumpalan asap. “Setelah itu baru kami bisa memberikan pernyataan resmi," tegasnya. (fat)