Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah bersama BBJN meninjau pengerjaan Jembatan Alasbuluh I, Kecamatan Wongsorejo. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Pembangunan empat jembatan di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi diharapkan melibatkan pekerja lokal.
Jembatan yang dibangun seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Yakni Jembatan Alas Bulu I, Alas Bulu II, Curah Sawo, dan Wongsorejo.
"Minimal pembangunan jembatan melibatkan masyarakat
setempat untuk pekerjaan-pekerjaan kasarnya, sehingga mereka tidak jadi
menonton,” kata Anggota Komisi V DPR RI, Sumail Abdullah saat meninjau
pengerjaan Jembatan Alasbuluh I, Senin (14/8/2023).
“Tetapi yang menyangkut teknis, tentu penyedia jasa punya
standar dan kriteria tersendiri," imbuhnya.
Jembatan Alasbuluh I memiliki panjang 9,1 meter dan lebar
7,3 meter. Jembatan Alasbuluh II sepanjang 3,7 meter dan lebar 9,9 meter. Jembatan
Curah Sawo memiliki panjang 11,7 meter dengan lebar 11 meter. Jembatan
Wongsorejo membentang sepanjang 4,5 meter dan lebar 8 meter.
"Pengerjaan dilakukan setelah lelang selesai,
lelangnya sekitar Rp 18 miliar untuk empat jembatan," sambungnya.
Politisi Partai Gerindra tersebut berharap agar penyedia
jasa merampungkan pembangunan empat jembatan sebelum Natal dan Tahun Baru
(Nataru) tahun ini.
"Seluruhnya ditargetkan akhir Desember ini sudah
selesai. Saat ini sedang dikerjakan secara maraton. Kami dapat informasi bahwa
penyedia jasanya qualified. Kami harap hasil pengerjaannya juga berkualitas dan
terealisasi sesuai schedule," ujarnya.
Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Jawa Timur -
Bali, Rahman Taufik mengatakan, proses pembangunan jembatan dilakukan dengan
pengerjaan salah satu sisi ruas terlebih dulu. Setelah satu ruas selesai,
pembangunan baru akan dilanjutkan pada ruas yang lain.
"Untuk pengerjaan Jembatan Alasbuluh I dibangun
dengan konstruksi girder atau balok," ucapnya.
Dia menjelaskan, kontrak pembangunan keempat jembatan
sebenarnya sampai Agustus 2024, namun dipercepat agar bisa segera dimanfaatkan
oleh masyarakat.
"Kita targetkan sebelum Nataru, keempat jembatan
sudah siap difungsikan. Makanya kita pakai metode agar pengerjaan jembatan bisa
cepat," katanya.
Untuk mengantisipasi risiko kemacetan selama proses
pembangunan berlangsung, kata Rahman, pihaknya telah berkoordinasi dengan
aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pemerintah kecamatan serta desa
setempat. (fat)