Terdengar Suara Gemuruh Raung, Warga di Perkampungan Dani Diminta Tetap TenangForpimka Songgon


Terdengar Suara Gemuruh Raung, Warga di Perkampungan Dani Diminta Tetap Tenang

Keterangan Gambar : Sambil menggendong balita, Kades Sumberarum beri imbauan agar warga kenakan masker. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Hingga Senin (01/02/2021) siang, Gunung Api Raung di Banyuwangi, terus menunjukkan aktivitasnya. Meski kini asap abu vulkanik yang menyembur intensitasnya cenderung menipis, namun suara gemuruh dari aktivitas Gunung Api Raung masih terdengar oleh warga yang berada di kawasan lereng pegunungan.

Di kawasan Perkampungan Dani, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon misalnya, suara gemuruh dari aktivitas Gunung Raung kerap kali tendengar oleh warga. Letak perkampungan yang hanya delapan kilometer dari Gunung Api Raung, membuat warga di perkampungan yang hanya dihuni 16 Kepala Keluarga (KK) ini dengan jelas mendengar suara “auman” Gunung Api Raung.

Menanggapi hal ini, Forpimka Songgon menghimbau kepada warga setempat untuk tidak panik. Namun warga tetap diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-wakyu aktivitas Gunung Api Raung mengalami peningkatan aktivitas yang significan.






Baca Juga :

Kepala Desa Sumber Arum, Ali Nurfatoni mengatakan, sembari mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19, petugas meminta warga agar selalu mengenakan masker dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Masker penting digunakan selain untuk mencegah penularan Covid-19, juga untuk melindungi pernapasan jika sewaktu-waktu abu vulkanik raung mulai mengarah ke pemukiman warga.

“Masker wajib digunakan. Selain untuk pencegahan covid, masker juga penting jika sewaktu-wakyu abu Raungnya mengarah ke sini. Mohon terus dipakai ya,” ujar Ali Nurfatoni didamping Kapolsek dan Danramil.


Keterangan Gambar : Petugas TNI/ Polri Kecamatan Songgon memberikan sosilaisasi agar warga di Perkampungan Dani tetap kenakan masker. (Foto : Istimewa)

Toni panggilan karibnya, juga meminta warga untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoax akan perkembangan aktivitas Gunung Raung. Berkaca pada erupsi tahun 2015 lalu, karena kepanikan warga akan isu hoax, banyak yang memilih menjual ternaknya dengan harga murah.

Padahal, meski terjadi erupsi, Gunung Api Raung masih dalam skala aman bagi warga di lereng pegunungan. Agar kejadian tersebut tak terulang, warga diminta untuk tetap mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh pihak yang berwajib agar tak mendekati gunung dalam radius dua kilometer.

“Jangan sampai kejadian pada tahun 2015 lalu kembali terulang. Dulu itu banyak warga jual ternaknya dengan harga murah karena termakan isu hoax. Hingga saat ini belum ada rekomendasi untuk mengungsi. Warga harus tetap tenang tapi tetap waspada. Yang jelas suara gemuruh Raung saat ini masih terdengar,” kata Toni saat berada di Perkampungan Dani, Kecamatan Songgon.

Gunung Api Raung setinggi 3.332 mdpl yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember ini tercatat kembali mengalami erupsi sejak tanggal 21 Januari lalu. Meski kerap kali mengeluarkan asap abu vulkanik hingga cahaya api, erupsi Gunung Raung kali ini masih dalam skala erupsi kecil. (man)