Rumah Lansia di Cluring Banyuwangi Dilalap Si Jago Merah, Diduga Gegara Pembakaran SampahDamkarmat Banyuwangi

Rumah Lansia di Cluring Banyuwangi Dilalap Si Jago Merah, Diduga Gegara Pembakaran Sampah

Petugas lakukan pemblokiran kobaran api yang melalap rumah warga Desa Tampo, Cluring, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Kelalaian dalam mematikan sisa pembakaran sampah kembali memicu insiden kebakaran di Kabupaten Banyuwangi. Rumah milik Sugianto AS (61), warga Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, ludes dilalap si jago merah pada Selasa (11/8/2026) siang.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun bangunan rumah beserta seluruh perabotan di dalamnya hangus terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 105 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Menanggapi laporan warga, pihaknya langsung menerjunkan armada gabungan ke lokasi kejadian.

Baca Juga :

"Laporan masuk ke Call Center kami pukul 13.46 WIB. Karena titik api dilaporkan cukup besar, personel gabungan dari Sektor Srono, Bangorejo, dan Genteng langsung dikerahkan," ujar Edy.

Berdasarkan hasil asesmen dan investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran diduga kuat bermula dari aktivitas pembakaran sampah di pekarangan rumah sebelah milik tetangga korban. Pekerja yang membersihkan pekarangan tersebut menduga api sudah padam, padahal masih menyisakan bara.

Apesnya, tiupan angin kencang dari arah utara membuat bara api kembali membesar dan dengan cepat menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitarnya. Kobaran api kemudian merembet hingga membakar bangunan rumah tersebut.

Saat peristiwa terjadi, Sugianto yang diketahui dalam kondisi sakit tengah berbaring di dalam rumah. Keberadaan api pertama kali diketahui oleh anaknya yang baru saja pulang dari sekolah.

"Anak korban kaget melihat bagian rumahnya sudah terbakar dan langsung berteriak meminta tolong. Korban berhasil dievakuasi, sementara warga sekitar sempat mencoba memadamkan api secara manual," jelas Edy.

Namun, kuatnya tiupan angin membuat kobaran api sulit dipadamkan secara swadaya hingga akhirnya tim Damkarmat tiba di lokasi pada pukul 14.03 WIB. Petugas langsung melakukan pemblokiran jalur api di bagian utara dan selatan agar tidak menjangkau pemukiman warga lainnya.

"Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan total sekitar pukul 15.33 WIB. Setelah itu dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 16.45 WIB untuk memastikan tidak ada sisa sumber panas yang berpotensi memicu penyalaan kembali," tegasnya.

Atas kejadian ini, pihak Damkarmat mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat Banyuwangi agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di area sekitar pemukiman padat dan saat angin kencang. (man)