Bakar Sisa Kayu Berujung Tragedi, Tempat Usaha Bahan Bangunan di Banyuwangi TerbakarDamkarmat Banyuwangi

Bakar Sisa Kayu Berujung Tragedi, Tempat Usaha Bahan Bangunan di Banyuwangi Terbakar

Si jago merah melalap tempat usaha bahan bangunan di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi. (Foto: Tangkapan layar)

KabarBanyuwangi.co.id - Kebakaran menimpa sebuah tempat usaha bahan bangunan di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (5/11/2023) sekitar pukul 15.30 WIB ini disebabkan pemilik tempat usaha membakar sisa kayu.

Diduga sisa api pembakaran kayu belum sepenuhnya padam saat ditinggal pemiliknya. Api yang tersisa tersebut membesar lalu menjalar pada bangunan.

Baca Juga :

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Salam Bikwanto membenarkan kebakaran tersebut.

Menurutnya, kebakaran diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari warga yang menghubungi Damkarmat melalui call center 112.

"Laporan kita terima sekira pukul 16.07 WIB. Yang terbakar adalah tempat usaha bahan bangunan, beton eser bekas/baru yang bernama Benteng Abadi," ujar Salam Bikwanto.

Usai menerima laporan, Damkarmat mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran dan satu armada suplai. Petugas yang datang di lokasi langsung berupaya memadamkan kobaran api.


Petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tak ada lagi api yang membakar tempat usaha bahan bangunan di Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Menjelang padam, petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

"Api sudah berhasil dipadamkan, dan proses pendinginan dilakukan hingga selesai pukul 17.27 WIB," kata Salam Bikwanto.

Salam Bikwanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. "Korban jiwa dan luka nihil, hanya kerugian materi sekitar Rp 10 juta," ungkapnya.

Ia mengatakan, tempat usaha bahan bangunan yang terbakar itu merupakan milik Mujiono (57). Dia sempat membakar sisa kayu lalu dipadamkan menggunakan air.

"Selanjutnya pemilik meninggalkan tempat usahanya dan kemungkinan tidak tahu kalau api tersebut masih menyala, sehingga terjadilah kebakaran," tambahnya. (fat)