
Sejumlah personel dipersiapkan diterjunkan dalam posko Angkutan Lebaran 2026. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Bandara Internasional Banyuwangi
menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal kelancaran operasional penerbangan
selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi fasilitas
sisi udara (airside) dan sisi darat (landside), peningkatan pengawasan keamanan
dan keselamatan penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan.
GM Bandara Internasional Banyuwangi Mohamad Holik Muardi
menuturkan, periode Angkutan Lebaran merupakan momen penting yang membutuhkan
kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara. Dalam masa-masa
tersebut, mobilitas masyarakat sangat tinggi.
"Kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel,
dan prosedur operasional berada dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran
arus mudik dan balik lebaran. Kami juga memperkuat koordinasi dengan seluruh
stakeholder untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang,” jelas Holik,
Jumat (13/3/2026).
Salah satu persiapan yang dilakukan pihak bandara adalah
pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling di area
operasional bandara. Pengecekan mencakup sejumlah peralatan operasional seperti
baggage towing tractor, baggage car, towing bar, dan conveyor belt.
Ramp check bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dan
peralatan ground handling berada dalam kondisi laik operasi, memenuhi standar
keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama
periode Lebaran 2026.
Bandara Internasional Banyuwangi juga mengaktifkan Posko
Terpadu Angkutan Lebaran pada 13-30 Maret 2026. Posko ini berfungsi sebagai
pusat koordinasi, pemantauan pergerakan pesawat dan penumpang, serta percepatan
penanganan apabila terjadi kondisi darurat atau kendala operasional.
"Melalui Posko Terpadu, kami melakukan monitoring
harian terhadap pergerakan pesawat dan penumpang agar setiap dinamika
operasional di lapangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Kami
berkomitmen menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh
pengguna jasa,” tambahnya.
Selama periode angkutan Lebaran, seluruh personel
operasional, layanan penumpang, aviation security, serta tim teknis disiagakan
untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
"Sebanyak 66 personel diterjunkan dalam kegiatan
posko, yang terdiri dari 30 personel internal Bandara Banyuwangi dan 36
personel eksternal yang berasal dari unsur TNI/Polri, BMKG, serta Kantor
Kesehatan Pelabuhan,” ujarnya.
Selain aspek operasional dan keamanan penerbangan,
manajemen bandara juga memastikan kenyamanan pengguna jasa melalui peningkatan
kebersihan area terminal, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan
penumpang, kesiapan fasilitas pendukung, serta penyediaan informasi penerbangan
yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Selama 18 hari periode Posko Lebaran 2026, Bandara
Internasional Banyuwangi memproyeksikan akan melayani sebanyak 7.175 penumpang.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan
532 penumpang, sementara puncak arus balik diprediksi pada Minggu, 29 Maret
2026 (H+7) dengan 576 penumpang.
“Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Bandara
Internasional Banyuwangi optimistis dapat mendukung mobilitas masyarakat selama
periode Lebaran 2026 sekaligus menjaga kualitas layanan sesuai standar
operasional serta prinsip service excellence,” tegas Holik. (fat)