(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Bersama Sekolah Ilmu Kesehatan dan
Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (Unair), Pemkab Banyuwangi menggalakkan
penanaman Cemara Gunung, di kawasan Konservasi Gunung Ijen Banyuwangi.
Cemara Gunung dipilih karena merupakan tanaman endemik pegunungan
Ijen. Ini bertujuan untuk melestarikan fungsi hutan di kawasan Ijen.
Selain itu juga memberikan wawasan masyarakat tentang isu perubahan
iklim.
"Upaya penanaman pohon ini sangat penting. Selama ini
pemkab banyak mendorong dan melakukan penanaman pohon untuk penghijauan,
terutama di Kawasan Ijen yang saat telah menjadi kawasan Geopark Ijen,"
kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (7/12/2022).
Ipuk menambahkan penggalakan penanaman Cemara Gunung juga
untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi Ijen sebagai benteng ketahanan
ekologi, ketahanan bencana, ketahanan ekonomi, serta antisipasi terhadap global
warming. "Dengan demikian bisa melestarikan fungsi hutan di Ijen, yang
merupakan salah satu favorit wisata di Banyuwangi," ujarnya.
Melalui penanaman ini, Ipuk juga berharap juga dapat
mengedukasi masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk turut menjaga kelestarian
alamnya.
Pada Minggu (4/12/202) juga, telah dilakukan penanaman
Cemara Gunung di Paltuding (Lereng Gunung Ijen) Desa Tamansari, Kecamatan
Licin. Turut hadir Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi BKSDA, Dinas
Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata Banyuwangi, Ijen Geopark, siswa SMA/SMK
hingga mahasiswa SIKIA Universitas Airlangga.
"Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab
bersama. Penaman ini bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi, Dinas Lingkungan
Hidup, BKSDA, dan lainnya," jelas Direktur SIKIA UNAIR Soetojo.
Salah satu mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
Sikia Unair, Diana Anwar (20), mengaku senang bisa terlibat langsung dalam
pelestarian geopark tersebut.
"Selain kesehatan, kami juga diajarkan konsep
keberlanjutan dan konsep green economy. Semoga langkah kecil kami menjadi awal
dari sebuah program besar membawa kebaikan bersama dan melesrarikan hutan Gunung
Ijen," terang Diana. (humas/kab/bwi)