Besuk Pacar di Lapas Banyuwangi, Wanita Bali Kedapatan Selundupkan Narkoba Dalam Alat VitalLapas Kelas IIA Banyuwangi

Besuk Pacar di Lapas Banyuwangi, Wanita Bali Kedapatan Selundupkan Narkoba Dalam Alat Vital

Lapas Banyuwangi menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu yang coba diselundupkan di alat vital pengunjung. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – Petugas Lapas Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh seorang pengunjung berinisial KS (26), wanita asal Buleleng, Bali.

Petugas menemukan paket diduga sabu yang disembunyikan di area vital pengunjung saat hendak menjenguk pacarnya yang ditahan di Lapas Banyuwangi pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Kalapas Banyuwangi, Solichin mengatakan, KS datang ke Lapas untuk menjenguk warga binaan berinisial SL, narapidana kasus penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga :

Sesuai prosedur, seluruh pengunjung diperiksa saat hendak masuk membesuk warga binaan. Saat dilakukan penggeledahan lebih lanjut, petugas menemukan benda mencurigakan yang disembunyikan di alat vital KS.

"Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan lima paket diduga sabu dikemas dengan tisu serta lakban dan dibungkus kondom yang disembunyikan di dalam alat vital," ungkap Solichin.

Barang haram yang dibawa KS itu, rupanya hendak diberikan kepada pacarnya berinisial SL yang mendekam di blok hunian Lapas Banyuwangi. Keduanya langsung diamankan untuk diproses lebih lanjut.

Saat diinterogasi, SL mengaku bahwa lima paket sabu itu merupakan pesanan warga binaan lain berinisial IRM. Sementara KS diberi upah Rp 500 ribu untuk mengirim barang haram tersebut.

"Pembesuk perempuan serta dua warga binaan tersebut saat ini sudah kami amankan di sel isolasi untuk selanjutnya diserahkan ke Satnarkoba Polresta Banyuwangi," imbuh Solichin.

Kasat Narkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Angga Perdana Brahmada mengaku akan melakukan pendalaman kasus ini.

"Ini sudah diserahkan dan selanjutnya akan kami petakan peran tiga orang yang diamankan. Kami masih akan lakukan pendalaman lebih lanjut," tegasnya. (fat)