Bupati Ipuk Dorong Peningkatan Layanan Homecare, Jemput Bola Pastikan Lansia Sakit Mendapat PerawatanPemkab Banyuwangi

Bupati Ipuk Dorong Peningkatan Layanan Homecare, Jemput Bola Pastikan Lansia Sakit Mendapat Perawatan

(Foto: humas/kab/bwi)

KabarBanyuwangi.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiesiandani melakukan kunjungan ke rumah-rumah lansia yang sedang sakit pada saat momen Ramadan.

Kunjungan tersebut untuk memastikan bahwa warga lansia, khususnya yang tidak memungkinkan berobat ke fasilitas kesehatan mendapatkan pelayanan di rumah oleh petugas puskesmas.

Salah satu yang dikunjungi adalah kediaman Mbah Fatimah, warga Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Perempuan 75 tahun itu telah mengalami stroke sejak 2020 dan kini tinggal bersama putrinya yang merupakan penyandang disabilitas.

Baca Juga :

"Ibu bagaimana keadaannya, sudah dapat obat dari puskesmas?," tanya Ipuk mengawali perbincangannya dengan Mbah Fatimah, Rabu (25/2/2026).

Fatimah mengaku kakinya sering terasa nyeri pada malam hari. Namun ia sudah rutin mendapatkan obat dan pemeriksaan karena petugas puskesmas datang ke rumahnya dua kali dalam sepekan.

Putri Fatimah, Isya, menceritakan bahwa sebelumnya mereka harus meminjam kursi roda untuk kebutuhan ibunya. Saat hendak ke kamar mandi, Fatimah juga menggunakan alat bantu jalan sederhana.

"Alhamdulillah, Bu. Sekarang sudah mendapat bantuan kursi roda, jadi tidak perlu pinjam lagi karena ini sudah menjadi milik Ibu," ujar Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga mengapresiasi Isya yang tetap produktif membantu perekonomian keluarga. Ia berjualan keripik tempe dan aneka kue, termasuk menerima pesanan untuk kebutuhan hari raya.

Ipuk juga menanyakan latar belakang pendidikan Isya yang merupakan lulusan SMKN Kalibaru. "Alhamdulillah, tetap semangat dan mandiri. Ini luar biasa," katanya.

Ipuk menegaskan, kunjungan ke rumah lansia sakit merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi kesehatan warga terus terpantau.

Pemkab Banyuwangi memiliki program "Jemput Bola Rawat Warga", di mana puskesmas melakukan pemeriksaan rutin ke rumah warga, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Setiap tahunnya, tak kurang 9.000 ribu kunjungan dilakukan oleh petugas kesehatan ke rumah-rumah warga, khususnya para lansia. 

"Layanan kesehatan terus kami dorong. Kami juga mengintensifkan pelayanan keliling agar warga tetap terlayani tanpa harus meninggalkan rumah," tutur Ipuk. (*)