(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali menjalani program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Rabu (14/6/2023). Ipuk ngantor di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran yang lokasinya berada di ujung selatan Banyuwangi.
Kawasan di desa ini sebagian besar berada wilayah perkebunan. Ratusan warganya banyak tinggal di dalam kawasan perkebunan yang dikelola PTPN XII. Untuk menuju pusat desa, dibutuhkan waktu tak kurang dari 2 jam dari pusat kota Banyuwangi.
“Dengan keterbatasan ini, kami
menggelar Bunga Desa di sini. Tidak lain ini bertujuan untuk mengoptimalkan
berbagai pelayanan publik di kawasan ini,” ujar Bupati Ipuk.
Bersama sejumlah SKPD terkait,
Ipuk menggelar berbagai pelayanan untuk mempermudah masyarakat di dua desa
tersebut. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, Nomor Induk
Berusaha, PBB dan lain sebagainya.
“Berbagai layanan ini kami gelar
selama dua hari. Harapannya, berbagai persoalan mendasar, seperti pembuatan
KTP, KK, akte dan lain sebagainya bisa tuntas,” imbuhnya.
Hal tersebut disambut antusias
oleh warga, salah satunya adalah Hestiowati. Warga Kandangan tersebut
menguruskan Kantu Identitas Anak (KIAI) untuk putrinya bernama Ines. Ia
bersyukur bisa mengurus langsung kebutuhan administrasi kependudukan dengan
mudah.
“Biasanya, kita mengurus
surat-surat itu lewat calo. Mahal. Kalau jalan sendiri jauh,” ungkapnya saat
ditemui di halaman SMP PGRI 3 Pesanggaran yang menjadi pusat pelayanan
tersebut.
Bagi warga Sarongan dan Kandangan
yang ingin mengurus administrasi, mereka harus datang ke Kantor Kecamatan yang
bisa memakan lebih dari sejam perjalanan. Lebih-lebih untuk kawasan yang berada
di pedalaman.
Ipuk juga meninjau fasilitas
layanan kesehatan di wilayah perkebunan yang letaknya sekitar 1,5 jam dari
pusat desa. Ipuk harus melewati perkebunan tebu dan menembus kawasan hutan
produksi dengan melewati tiga sungai. Jalan yang dilalui masih jalan dengan
kontur bebatuan.
“Kita cek layanan kesehatan apa
yang tersedia di sini dan yang bisa kita bantu sarprasnya. Karena ini kan
kawasan perkebunan juga. Tinjau balita stunting, dan ternyata balita tersebut
ada masalah dengan tumbuh kembangnya,” kata Ipuk.
“Kita akan rujuk ke RSUD Genteng.
Juga meninjau pasien yang terkena kanker, sudah kita bujuk keluarganya tadi,
akhirnya dalam waktu dekat mereka bersedia dirujuk Surabaya,” imbuh Ipuk.
Selain mengoptimalisasi sejumlah
pelayanan publik, Bupati Ngantor di Desa juga menjalankan sejumlah program. Di
antaranya melakukan peninjauan terhadap sejumlah infrastruktur publik seperti
halnya jalan dan jembatan, pemantauan terhadap program- program
pendidikanfasilitas dan layanan kesehatan hingga menyalurkan berbagai bantuan
ekonomi.
“Kami ingin belanja masalah di desa untuk segera dituntaskan. Jika bisa segera dituntaskan, maka akan kita tuntaskan secara langsung. Jika harus membutuhkan perencanaan khusus, kita akan segera mempersiapkan,” pungkas Ipuk. (humas/kab/bwi)