Ruliyono, Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.(Foto: Fattahur/Dok)
KabarBanyuwangi.co.id - Rencana kenaikan dana bantuan untuk partai politik (Banpol) tahun ini dipastikan gagal terealisasi.
Hal ini membuat sejumlah ketua partai politik (Parpol) di Banyuwangi meradang. Salah satunya Ruliyono, Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.
Dia menyebut, pada APBD 2022, dana Banpol telah
disepakati dari Rp 3 ribu naik menjadi Rp 6 ribu per suara.
Dan harusnya besaran kenaikan dana banpol tersebut sudah
bisa dicairkan tahun ini. Namun sayanganya, gagal terealisasi.
Penyebabnya karena kesalahan mekanisme yang ada di
Bakesbangpol Banyuwangi saat pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Ndak bisa cair, karena katanya salah
mekanisme," kata Ruliyono saat dikonfirmasi usai paripurna pengesahan
Perda APBD Perubahan 2023 di DPRD setempat pada Sabtu (30/9/2023).
Menurutnya, dana banpol sudah naik menjadi Rp 5 ribu di
kabupaten tetangga seperti Situbondo dan Bondowoso. Sementara di Banyuwangi
masih Rp 3 ribu per suara sah.
"Jadi pengajuan kenaikan dana banpol yang Rp 6 ribu
itu gagal, sehingga yang cair tetap yang Rp 3 ribu itu," jelasnya.
Dana banpol yang urung naik itu, membuat sejumlah program
yang telah disusun matang oleh parpol di Banyuwangi terancam gagal total.
"Kita sudah menyusun program, seperti kaderisasi dan
pelatihan-pelatihan itu ya gagal total akhirnya. Jadi perencanaan itu akhirnya
nggak sesuai yang kita rencanakan," ungkapnya. (fat)